Muara Teweh, Kantamedia.com – Tingkat penyerapan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah Kabupaten Barito Utara dinilai masih jauh dari optimal. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Nety Herawati, mengungkapkan berdasarkan laporan yang diterima komisinya, makanan MBG di sekolah-sekolah penerima program baru terserap sekitar 40 hingga 50 persen.
“Dari laporan yang kami terima, di sekolah-sekolah yang sudah mendapatkan MBG hanya terserap sekitar 40 sampai 50 persen. Tidak semuanya termakan,” kata Nety di Muara Teweh, Kamis (20/8/2026).
Ia menduga rendahnya penyerapan itu dipicu beberapa faktor, di antaranya selera anak yang beragam, menu yang dianggap kurang bervariasi, dan ketidaksesuaian makanan dengan kebiasaan makan peserta didik. Kondisi ini, menurutnya, perlu segera dievaluasi agar program MBG benar-benar memberi manfaat maksimal bagi anak-anak.
Nety menegaskan Komisi I DPRD Barito Utara tetap mendukung penuh MBG sebagai program pemerintah pusat. Meski begitu, ia menilai pelaksanaannya di daerah harus terus dievaluasi agar makanan yang disediakan benar-benar dikonsumsi, bukan sekadar dibagikan.
“Kita tetap mendukung apapun kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Kalau tujuannya untuk anak bangsa dan mencerdaskan generasi, kita dukung sepenuhnya. Namun manfaat yang diberikan itu apakah benar-benar bisa dinikmati atau diserap masyarakat secara maksimal, ini yang perlu kita evaluasi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti ketimpangan sebaran MBG yang dinilai masih terpusat di sekolah-sekolah perkotaan, sementara sejumlah sekolah di desa belum kebagian program tersebut. Padahal, kata Nety, anak-anak di wilayah pedesaan justru lebih membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.
“Kalau kita melihat kondisi di desa, makanan sederhana saja mereka bisa makan. Tetapi mereka juga membutuhkan program seperti ini. Jangan sampai hanya sekolah di kota yang menikmati MBG, sementara sekolah di desa belum mendapatkannya,” pungkasnya. (pri)






