DPRD Barito Utara Dukung Program Peningkatan Kreativitas Perempuan

Muara Teweh, Kantamedia.com – Penyediaan ruang kreatif bagi kaum perempuan dinilai sangat penting untuk membangun rasa percaya diri serta mendorong partisipasi aktif mereka di ruang publik. Sektor seni dan budaya dapat menjadi salah satu media efektif untuk mengimplementasikan nilai-nilai emansipasi secara nyata di tengah masyarakat.

Pandangan tersebut dikemukakan oleh Anggota DPRD Barito Utara, Rujana Anggraini. Dirinya mengapresiasi sekaligus mendukung penuh inisiatif Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) setempat yang menggelar lomba baca puisi dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026.

“Agenda ini bukan sekadar ajang kompetisi rekreasi biasa, melainkan instrumen edukatif untuk mengikis keraguan kaum perempuan dalam menyuarakan potensi diri. Karakter tangguh dan keberanian untuk tampil di depan umum merupakan representasi konkret dari kelanjutan spirit perjuangan RA Kartini pada era modern,” kata Rujana Anggraini, Selasa (21/4/2026).

Fasilitas perlombaan yang digagas oleh TP-PKK Kabupaten Barito Utara ini menjadwalkan masa pendaftaran kepesertaan mulai 18 hingga 25 April 2026, sedangkan babak unjuk bakat akan dipusatkan di Kota Muara Teweh pada 27 April 2026. Kegiatan ini menyasar kelompok perempuan matang berusia 25 sampai 60 tahun.

Secara teknis, para peserta diwajibkan tampil anggun mengenakan busana kebaya khas Kartini. Mereka diberi alokasi waktu selama 3 hingga 5 menit untuk mendeklamasikan bait-bait puisi pilihan yang telah disiapkan secara khusus oleh pihak panitia penyelenggara.

Ketua TP-PKK Barito Utara, Hj. Maya Savitri Shalahuddin, menyatakan bahwa program ini bertujuan mempererat tali silaturahmi sekaligus merangsang daya kreativitas domestik. Selain memperebutkan trofi, piagam penghargaan, dan dana pembinaan, ajang ini diharapkan mampu mengukuhkan soliditas antarkomunitas perempuan.

Pihak DPRD Barito Utara mendorong agar stimulus serupa terus dikembangkan secara meluas ke sektor-sektor strategis lainnya. Melalui pemanfaatan ruang-ruang inklusif yang aman, kaum perempuan di seluruh pelosok daerah diharapkan tidak lagi ragu untuk ikut andil serta mengambil peran sentral dalam mengawal laju pembangunan daerah. (pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *