Palangka Raya, Kantamedia.com – DPRD Barito Utara mempercepat rencana pembangunan Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) guna menyukseskan program peremajaan (replanting) lahan tani di daerah. Guna mendalami teknis pengelolaannya, jajaran legislatif ini menggelar kunjungan kerja ke UPT Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Provinsi Kalimantan Tengah.
Langkah ini diambil demi mengatasi persoalan kelangkaan bibit berkualitas. Keberadaan fasilitas penangkaran tersebut dinilai sangat krusial untuk menyediakan bahan tanam unggul yang bersertifikat resmi bagi para petani lokal.
Dalam pertemuan tersebut, pihak balai memaparkan regulasi serta tata cara pengelolaan kebun bibit secara menyeluruh. Dari hasil konsultasi intensif ini, muncul delapan rekomendasi teknis yang wajib diimplementasikan di daerah.
Poin-poin penting dalam rekomendasi tersebut meliputi pemilihan varietas unggul yang adaptif dengan karakteristik lahan setempat; penyediaan sumber benih yang legal dan terakreditasi; penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) budi daya; penguatan sistem pengawasan mutu di lapangan, dan pengelolaan kebun induk secara berkelanjutan.
Ketua DPRD Barito Utara, Hj. Mery Rukaini menegaskan bahwa pemenuhan aspek teknis tersebut menjadi jaminan agar investasi program peremajaan lahan tidak sia-sia. Menurutnya, penggunaan bibit unggul dari penangkaran yang terstandarisasi merupakan kunci utama dalam meminimalkan risiko gagal panen yang kerap merugikan masyarakat.
“Melalui kemitraan dan penerapan teknologi perbenihan ini, kami optimistis sektor pertanian dan hortikultura di Barito Utara akan tumbuh lebih produktif,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika pasokan bibit berkualitas sudah dapat dipenuhi secara mandiri, maka ketahanan pangan daerah akan semakin kokoh, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan hidup para petani di seluruh Kabupaten Barito Utara. (pri)


