DPRD Kalteng Pelajari Strategi Penguatan Tenaga Kerja di Kalsel

Banjarmasin, Kantamedia.com – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Kamis (7/5/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan koordinasi dan studi komparatif terkait program serta kegiatan penguatan penyedia tenaga kerja di tengah pesatnya perkembangan industri dan investasi di wilayah Kalimantan Selatan.

Rombongan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Rusdi Gozali, bersama sejumlah anggota komisi lainnya. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Kepala Seksi Penempatan, Perlindungan, dan Perluasan Tenaga Kerja (P4TK) Lapangan Kerja Disnakertrans Kalsel, Helmi, yang mewakili Kepala Dinas setempat.

Dalam diskusi pembuka, Rusdi Gozali menekankan pentingnya sinkronisasi antara kebutuhan pasar kerja dengan ketersediaan tenaga kerja lokal yang kompeten. “Kami ingin melihat bagaimana Kalimantan Selatan memetakan peluang kerja dan bagaimana program pelatihan yang dijalankan mampu menciptakan tenaga kerja yang siap pakai. Kita harus proaktif agar masyarakat kita tidak hanya menjadi penonton di tengah berkembangnya peluang kerja di wilayah Kalimantan,” ujarnya.

Helmi kemudian memaparkan berbagai program unggulan Disnakertrans Kalsel dalam mengelola bursa kerja dan peningkatan kapasitas SDM melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Ia menjelaskan bahwa keberhasilan penempatan tenaga kerja terletak pada akurasi data lapangan kerja dan sertifikasi keahlian yang diakui oleh sektor industri. “Kami mengintegrasikan pelatihan berbasis kompetensi dengan kemitraan strategis bersama perusahaan swasta agar tenaga kerja yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan pasar,” jelasnya.

Komisi IV DPRD Kalteng menilai pendekatan terintegrasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi penguatan kebijakan ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah. Pertemuan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif dalam penyusunan anggaran dan program kerja di sektor tenaga kerja.

Dengan adanya pertukaran informasi dan pengalaman ini, kedua provinsi bertetangga diharapkan dapat bersinergi membangun ekosistem tenaga kerja yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing tinggi di Kalimantan. (Mhu).

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *