Palangka Raya, Kantamedia.com – Pembangunan fisik Huma Betang di Kalimantan Tengah dianjurkan berlangsung secara bertahap demi menyesuaikan kapasitas anggaran pendapatan dan belanja daerah. Pola pengerjaan berkesinambungan ini dinilai menjadi jalan tengah agar proyek strategis kebudayaan tersebut terus berjalan tanpa memicu beban berlebih pada APBD dalam satu tahun anggaran.
Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Lohing Simon, menegaskan bahwa skema penataan fisik yang terukur ini sudah disepakati sejak tahap awal perencanaan dua tahun lalu. Langkah tersebut diambil guna menjamin stabilitas keuangan daerah sekaligus memastikan pengerjaan proyek tetap transparan dan terarah.
“Pembangunan Huma Betang memang sejak awal kami rancang dilakukan secara bertahap. Perencanaannya sudah dibahas sekitar dua tahun lalu dan sekarang memasuki tahap pembangunan fisik,” kata Lohing, Kamis (23/7/2026).
Guna menjamin keberlanjutan alokasi dana, Komisi IV DPRD Kalteng berencana memasukkan kebutuhan pengerjaan susulan ke dalam dokumen Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027. Menurutnya, skema penganggaran yang matang sangat krusial agar pelaksanaan di lapangan tidak mengalami hambatan.
“Kelanjutan anggarannya tentu akan kami bahas dalam KUA-PPAS 2027 supaya pembangunan Huma Betang dapat diteruskan sesuai rencana,” jelasnya.
Tak hanya menyoroti kalkulasi finansial, wakil rakyat ini juga meminta pelaksana proyek menjaga nilai estetika dan keaslian arsitektur khas Dayak. Penggunaan material autentik seperti kayu ulin dinilai mutlak dipertahankan, khususnya pada komponen tiang penyangga utama yang menjadi simbol kekokohan rumah adat tersebut.
“Rumah betang identik dengan kayu ulin, khususnya pada bagian tiang. Selama ketersediaannya masih mencukupi, saya rasa penggunaan material tersebut tetap layak dipertahankan,” ujar Lohing.
Melalui pengawasan ketat dari DPRD Kalteng, fasilitas ini diharapkan terwujud sebagai pusat pelestarian warisan leluhur yang representatif serta menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kalimantan Tengah. “DPRD akan terus memberikan dukungan agar pembangunan Huma Betang dapat diselesaikan secara bertahap hingga tuntas dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya. (pri)


