6. Mark Zuckerberg – US$ 196,6 Miliar (Rp 3.538,8 Triliun)
Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, berada di posisi keenam dengan kekayaan US$196,6 miliar atau sekitar Rp3.538,8 triliun.
Zuckerberg memulai Facebook pada 2004 ketika berusia 19 tahun. Platform tersebut awalnya ditujukan bagi mahasiswa untuk mencocokkan nama dengan foto teman sekelas. Facebook kemudian menjadi perusahaan terbuka pada 2012 dan kini Zuckerberg memiliki sekitar 13 persen saham perusahaan.
Pada 2021, Facebook berganti nama menjadi Meta. Perubahan tersebut menandai pergeseran fokus perusahaan ke pengembangan metaverse.
Zuckerberg bersama istrinya, Priscilla Chan, juga berkomitmen pada 2015 untuk memberikan 99 persen kepemilikan saham Meta mereka sepanjang hidup.
7. Larry Ellison – US$ 192,5 Miliar (Rp 3.465 Triliun)
Larry Ellison berada di peringkat ketujuh dengan kekayaan US$192,5 miliar atau sekitar Rp3.465 triliun. Ia merupakan salah satu pendiri Oracle dan kini menjabat sebagai chairman sekaligus chief technology officer.
Ellison memiliki sekitar 40 persen saham Oracle. Setelah memimpin Oracle sebagai CEO selama 37 tahun, ia meninggalkan posisi tersebut pada 2014.
Kekayaannya sempat melonjak hingga US$400 miliar atau sekitar Rp7.200 triliun pada September 2025. Lonjakan tersebut terjadi seiring kenaikan saham Oracle yang didorong perkembangan AI.
Ellison juga memiliki hampir 50 persen Paramount Skydance. Perusahaan media tersebut terbentuk melalui merger Paramount dan Skydance dengan enterprise value hampir US$28 miliar atau sekitar Rp504 triliun pada Agustus 2025.
8. Jensen Huang – US$ 190,6 Miliar (Rp 3.430,8 Triliun)
CEO sekaligus presiden NVIDIA, Jensen Huang, berada di posisi kedelapan dengan kekayaan US$190,6 miliar atau sekitar Rp3.430,8 triliun.
Huang mendirikan NVIDIA pada 1993 dan sejak saat itu memimpin perusahaan pembuat chip grafis tersebut. Ia memiliki sekitar 3 persen saham NVIDIA.
NVIDIA melantai di bursa pada 1999 dan awalnya dikenal melalui pengembangan GPU untuk industri gim komputer. Seiring perkembangan AI, teknologi tersebut kemudian menjadi salah satu komponen penting dalam pengembangan kecerdasan buatan.
Di bawah kepemimpinan Huang, kapitalisasi pasar NVIDIA bahkan melampaui US$4 triliun atau sekitar Rp72.000 triliun pada 2025.
Huang juga memberikan perhatian pada sektor pendidikan. Pada 2022, ia menyumbangkan US$30 juta atau sekitar Rp540 miliar kepada Stanford untuk pembangunan pusat teknik dan US$50 juta atau sekitar Rp900 miliar kepada Oregon State University untuk pusat penelitian yang menggunakan namanya.


