3. Jeff Bezos – US$ 267,6 Miliar (Rp 4.816,8 Triliun)
Pendiri Amazon, Jeff Bezos, menempati posisi ketiga dengan kekayaan US$267,6 miliar atau sekitar Rp4.816,8 triliun.
Bezos mendirikan Amazon pada 1994 dari garasi rumahnya di Seattle. Perusahaan yang pada awalnya berfokus pada e-commerce itu kemudian berkembang menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia.
Pada 2021, Bezos meninggalkan jabatan CEO dan menjadi executive chairman. Ia masih memiliki sekitar 8 persen saham Amazon.
Di luar Amazon, Bezos memiliki The Washington Post dan perusahaan antariksa Blue Origin. Pada 2021, ia juga melakukan penerbangan ke luar angkasa menggunakan salah satu roket Blue Origin.
Bezos pada 2020 berkomitmen mengalokasikan US$10 miliar atau sekitar Rp180 triliun melalui Bezos Earth Fund hingga 2030 untuk berbagai program terkait perubahan iklim. Hingga kini, US$2 miliar atau sekitar Rp36 triliun telah disalurkan.
4. Sergey Brin – US$ 255,8 Miliar (Rp 4.604,4 Triliun)
Sergey Brin berada di peringkat keempat dengan kekayaan US$255,8 miliar atau sekitar Rp4.604,4 triliun.
Brin mendirikan Google bersama Page pada 1998 setelah keduanya bertemu di Stanford University. Google kemudian melantai di bursa pada 2004 dan mulai menggunakan struktur Alphabet sebagai perusahaan induk pada 2015.
Brin mengundurkan diri dari posisi presiden Alphabet pada 2019. Namun, ia tetap duduk di dewan dan berstatus sebagai pemegang saham pengendali.
Dalam kegiatan filantropi, Brin telah menyumbangkan lebih dari US$2 miliar atau sekitar Rp36 triliun untuk penelitian Parkinson. Aktivitas amalnya juga mencakup isu penyakit sistem saraf pusat dan perubahan iklim.
5. Michael Dell – US$ 240,6 Miliar (Rp 4.330,8 Triliun)
Michael Dell menempati posisi kelima dengan kekayaan US$240,6 miliar atau sekitar Rp4.330,8 triliun. Ia merupakan chairman sekaligus CEO Dell Technologies.
Dell Technologies terbentuk pada 2016 melalui merger Dell dengan perusahaan penyimpanan komputer EMC senilai US$60 miliar atau sekitar Rp1.080 triliun.
Sebelumnya, Dell bersama perusahaan ekuitas swasta Silver Lake Partners menjadikan perusahaan tersebut sebagai perusahaan privat pada 2013. Dell Technologies kemudian kembali ke pasar saham pada 2018 melalui restrukturisasi keuangan.
Sebagian kekayaan Dell juga ditempatkan melalui perusahaan investasi privat DFO Management, yang memiliki investasi pada sektor perhotelan dan kredit korporasi likuid.
Pada 2025, Dell dan istrinya berkomitmen menyediakan US$6,25 miliar atau sekitar Rp112,5 triliun untuk rekening investasi bagi 25 juta anak di Amerika Serikat. Masing-masing anak akan memperoleh US$250 atau sekitar Rp4,5 juta.


