Sering Dianggap Sepele, Waspadai 8 Gejala Awal Kerusakan Liver

Kantamedia.com – Organ hati atau liver memegang peranan krusial sebagai penyaring racun, pengolah nutrisi, hingga penunjang sistem pencernaan manusia. Namun, lantaran kinerjanya yang cenderung konstan meski tengah mengalami gangguan berat, organ ini kerap dijuluki sebagai silent condition karena jarang memicu gejala awal yang mencolok.

Konsultan Senior Bidang HPB dan Transplantasi Multi-Organ Apollo Hospitals Bangalore, Dr. Suresh Raghavaiah, meluruskan kekeliruan masyarakat yang menganggap kerusakan organ pencernaan ini semata-mata dipicu oleh konsumsi alkohol. Menurutnya, penyakit perlemakan hati non-alkoholik atau metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD) kini justru mengintai akibat pola hidup sedentari, obesitas, diabetes, dan pola makan tak seimbang.

“Ketika gejala seperti kelelahan akhirnya muncul, penyakit hati mungkin sudah berkembang cukup jauh, karena hati dapat mengalami kerusakan hingga 60-70% sebelum tanda-tanda fisik yang nyata terlihat,” ujar Dr. Raghavaiah.

Delapan Gejala Awal yang Patut Diwaspadai

Melansir laporan Times of India, terdapat delapan tanda peringatan fisik yang patut diwaspadai agar gangguan pada organ liver dapat terdeteksi lebih dini:

  1. Kelelahan Kronis: Rasa lelah ekstrem yang tidak kunjung reda walau tubuh sudah beristirahat atau tidur cukup semalaman.
  2. Gatal Pada Kulit: Munculnya sensasi gatal tanpa ruam yang dipicu oleh penumpukan garam empedu di dalam aliran darah.
  3. Nyeri Perut Kanan Atas: Sensasi tidak nyaman, tekanan, atau nyeri tumpul di area bawah tulang rusuk kanan.
  4. Pembengkakan Ekstremitas: Terjadinya penumpukan cairan pada kaki dan pergelangan akibat merosotnya produksi protein albumin.
  5. Perubahan Warna Perubahan Urin dan Tinja: Warna urine berubah menjadi pekat seperti teh, sedangkan kotoran memucat menyerupai warna tanah liat.
  6. Gangguan Mual dan Nafsu Makan: Menurunnya selera makan secara mendadak yang disertai rasa mual berkepanjangan hingga memicu penurunan berat badan.
  7. Pendarahan dan Memar: Tubuh menjadi sangat rentan memar serta darah sulit membeku akibat menurunnya sintesis protein pembekuan darah.
  8. Sakit Kuning (Jaundice): Menguningnya bagian putih mata dan permukaan kulit akibat penumpukan zat bilirubin.

Dr. Raghavaiah mengingatkan bahwa saat penyakit kuning mulai terlihat, kerusakan organ biasanya sudah memasuki tahap lanjut.

“Inilah sebabnya pemeriksaan kesehatan rutin sangatlah penting, terutama bagi orang dengan diabetes, obesitas, atau faktor risiko metabolik lainnya,” pungkasnya. (*/pri)

TAGGED:
Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *