Varian Covid-19 XFG atau “Frankenstein” kini dominan di Eropa dan mulai merebak di Indonesia, namun WHO masih mengklasifikasikannya sebagai risiko rendah.
Kantamedia.com – Varian baru Covid-19 yang dikenal sebagai XFG atau “Frankenstein” dilaporkan menjadi penyebab lonjakan kasus di sejumlah negara, termasuk Jerman dan wilayah Eropa lainnya sejak pertengahan 2025.
Melansir dari berbagai sumber, di Indonesia, varian XFG mulai mendominasi kasus positif Covid-19. Kementerian Kesehatan RI mencatat XFG menyumbang sekitar 57% dari total kasus yang terdeteksi pada minggu ke-42 tahun 2025.
XFG merupakan hasil rekombinasi genetik dari dua subvarian Omicron, yaitu LF.7 dan LP.8.1.2. Kombinasi ini menghasilkan varian baru yang disebut Stratus, dengan karakteristik genetik yang unik dan penyebaran cepat. Nama “Frankenstein” digunakan karena varian ini dirakit dari bagian-bagian virus berbeda, menyerupai monster dalam cerita klasik.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) mengklasifikasikan XFG sebagai Variant Under Monitoring (VUM), artinya varian ini sedang dipantau secara ketat namun belum dianggap sebagai ancaman serius.
Gejala yang dilaporkan termasuk demam, batuk, kelelahan, suara serak, dan sakit tenggorokan parah yang digambarkan seperti terkena pisau cukur. Namun, para ahli menegaskan bahwa gejala tersebut tidak spesifik untuk XFG dan juga bisa muncul pada infeksi pernapasan lainnya.
Meski penyebarannya cepat, WHO dan Institut Robert Koch (RKI) menyatakan bahwa risiko XFG masih tergolong rendah. Vaksin yang ada saat ini masih efektif melawan varian ini, dan sebagian besar kasus bersifat ringan hingga sedang.
Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta tidak panik menghadapi lonjakan kasus. Pemerintah juga terus memantau perkembangan varian ini dan memperkuat sistem pengawasan epidemiologi di berbagai daerah. (Mhu).
Sumber: Viva.co.id Viva.co.id detikcom Ciputra Hospital klinikme.com Kompas.com


