BMKG Prediksi Kemarau Lebih Panjang

Jakarta, Kantamedia.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan fenomena El Nino diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal kuartal I-2027. Dampak langsung terhadap Indonesia diproyeksikan mulai mereda setelah musim kemarau berakhir pertengahan Oktober 2026.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyebut El Nino berpotensi membuat musim kemarau lebih kering dan panjang dibanding kondisi normal. “BMKG memprediksi fenomena El Nino akan bertahan paling tidak hingga awal kuartal pertama tahun 2027,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (30/7/2026).

BMKG memperkirakan puncak kemarau terjadi pada Agustus di sekitar 48,8% wilayah Indonesia, sementara 25,4% wilayah lainnya mencapai puncak pada September. Sebanyak 437 zona musim (48,7% wilayah) diprediksi mengalami kemarau lebih lama dari biasanya.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menegaskan El Nino tidak selalu identik dengan kemarau, namun dampaknya terasa ketika bertepatan dengan periode kemarau. “Kemarau tidak sama dengan El Nino, jadi El Ninonya masih berlangsung hingga awal 2027, tapi dampaknya di kita itu selesai mulai pertengahan Oktober,” jelasnya.

Menghadapi kondisi ini, BMKG meminta pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha menyiapkan langkah mitigasi:

– Penyesuaian jadwal tanam serta penggunaan varietas tahan kekeringan.

– Pengelolaan distribusi air agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

– Menjaga kapasitas bendungan untuk mendukung operasional PLTA.

– Antisipasi penurunan kualitas udara yang berpotensi meningkatkan kasus ISPA.

– Kesiapsiagaan karhutla sebagai dampak utama musim kemarau panjang.

Di sisi lain, BMKG menilai El Nino juga membawa peluang positif, khususnya di sektor perikanan dan produksi garam, melalui fenomena upwelling atau naiknya massa air laut kaya nutrien. (*/Mhu).

 

 

 

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *