Kantamedia.com — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bakal menggelar penyisiran dan verifikasi ulang terhadap daftar antrean calon jemaah. Langkah sistematis ini diambil guna mengantisipasi adanya sekitar 400 ribu data yang terindikasi tidak valid dari total 5,7 juta daftar tunggu jemaah secara nasional.
Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VIII DPR RI, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan bahwa akumulasi dana simpanan dari ratusan ribu porsi berpotensi invalid tersebut menembus angka yang sangat fantastis.
“Sekitar 400 ribu kalau dikali Rp25 juta nilainya Rp10 triliun Pak,” tegas Dahnil saat menyampaikan pemaparannya di Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Dahnil menjelaskan, pihaknya berencana menggandeng Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menyelaraskan data porsi haji dengan catatan kependudukan nasional. Langkah ini krusial mengingat ada kemungkinan calon jemaah yang masuk dalam daftar tunggu telah meninggal dunia, namun ahli warisnya belum memproses pembatalan atau pengalihan porsi.
“Nah ini mau kita bicarakan bareng-bareng dengan Kementerian Dalam Negeri. Kita cocokkan. Ini orangnya ada enggak sih? Kan mereka sudah bayar porsi Rp25 (juta). Bisa jadi sudah meninggal,” tutur Dahnil.
Menurutnya, pencocokan data ini bertujuan menjamin akurasi jumlah pendaftar aktif sekaligus memastikan status dana awal yang tersimpan pada rekening perbankan.
“Kenapa? Karena ada kepercayaan ‘ya sudah, itu milik orang tua saya’. Dan orang tua saya terhitung sudah berangkat naik haji. Nah, uangnya masih di situ. Nah, masih di situ artinya ini yang masuk data invalid. Nah ini nanti kita rekonsiliasi secara serius,” imbuhnya.
Di samping membenahi antrean ibadah reguler, Kemenhaj juga memperketat pengawasan terhadap biro perjalanan umrah menyusul tingginya potensi perputaran uang yang mencapai Rp90 triliun per tahun dari asumsi tiga juta jemaah. Dahnil menegaskan tindakan tegas berupa penutupan izin akan dijatuhkan kepada penyedia jasa travel yang terbukti melakukan penipuan.
“Dan kami sudah menelusuri mana-mana perusahaan atau travel yang harus segera kami tutup. Harus kami berikan peringatan. Nah hari ini saja di Medan misalnya ada jamaah yang terlantar. Setiap hari itu selalu ada jemaah yang terlantar dan ditipu,” pungkasnya. (*/pri)






