Dampak Kabut Asap Karhutla, 2.775 Penerbangan di Indonesia Terganggu

Kantamedia.com – Maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia tidak hanya merusak ekosistem dan mengancam kesehatan warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas moda transportasi udara. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat setidaknya 2.775 jadwal penerbangan domestik terganggu akibat terhalang paparan kabut asap sejak Agustus 2026.

Sejak Agustus 2026, sebanyak 2.775 jadwal penerbangan domestik terdampak. Gangguannya beragam, mulai dari keterlambatan dan pembatalan hingga pengalihan pesawat ke bandar udara lain.

Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) per 21 Oktober 2026 menunjukkan angka itu naik 171 jadwal dibandingkan catatan 19 Oktober 2026. Rinciannya, 1.170 penerbangan tertunda (delay) dan 1.544 penerbangan dibatalkan atau ditunda (cancelled/postponed).

Selain itu, 25 penerbangan dialihkan ke bandara lain, enam pesawat kembali ke bandara keberangkatan (return to base/RTB), dan 30 penerbangan dimajukan jadwalnya. Dengan demikian, dampak kabut asap tidak berhenti pada keterlambatan, tetapi juga mengubah rute dan membatalkan perjalanan udara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa menegaskan bahwa keselamatan menjadi pertimbangan utama. Pesawat tidak akan dipaksa terbang selama jarak pandang belum memenuhi batas minimum yang disyaratkan.

“Penyesuaian jadwal pada penerbangan yang terdampak karhutla semata-mata dilakukan demi keselamatan. Selama jarak pandang belum memenuhi batas minimum operasional, penerbangan tidak akan dipaksakan,” kata Lukman, dikutip Sabtu (24/10/2026).

Gangguan tidak terbatas di Kalimantan dan Sumatera. Asap karhutla juga memengaruhi penerbangan di Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bandara yang terdampak antara lain Iskandar di Pangkalan Bun, Supadio di Pontianak, Pattimura di Ambon, Mozes Kilangin di Timika, Rendani di Manokwari, serta Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang.

Penerbangan Internasional Ikut Dibatalkan

Kemenhub mencatat 14 penerbangan internasional batal terbang. Sebanyak 12 di antaranya melayani rute Singapura-Pontianak pergi-pulang pada 12-23 September 2026, sedangkan dua lainnya rute Singapura-Palembang pergi-pulang pada 15 Oktober 2026.

Pembatalan itu dipicu pekatnya asap di Bandara Supadio dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Kondisi ini menunjukkan dampak karhutla bisa melampaui wilayah yang terbakar dan menyulitkan perjalanan lintas negara.

Maskapai Menanggung Kerugian

Sejumlah maskapai juga membatalkan 40 penerbangan yang dijadwalkan pada 22-25 Oktober 2026, mencakup rute dari dan menuju Pangkalan Bun, Sampit, Ketapang, serta Singkawang. Penumpang diminta menghubungi maskapai masing-masing untuk mengurus penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian dana tiket (refund).

Di tengah gangguan itu, pemadaman dari udara melalui water bombing masih berjalan. Hingga 20 Oktober 2026, operasi tersebut telah mencapai 5.320 siklus penerbangan (flight cycle) dengan melibatkan 39 pesawat dari 11 operator.

Keselamatan Penerbangan Jadi Prioritas

Untuk menjaga keselamatan, Kemenhub berkoordinasi dengan pengelola bandara, AirNav Indonesia, BMKG, maskapai, dan instansi terkait. Langkah antisipasinya meliputi penerapan Low Visibility Procedures (LVP), yakni prosedur operasi saat jarak pandang rendah, serta penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) berisi informasi penting bagi operasional penerbangan.

Pengelola bandara juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk menyampaikan perubahan jadwal kepada penumpang dan menyediakan masker.

Di luar karhutla, Kemenhub mencatat 26 penerbangan domestik dibatalkan akibat abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta perawatan dan gangguan teknis pesawat.

Adapun data fire.mapbiomas.id yang dikutip Deutsche Welle (DW) mencatat area terbakar di Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 637.011 hektare. Luasnya lahan yang terbakar menggambarkan besarnya persoalan, yang kini merambat ke kesehatan warga, kegiatan ekonomi, dan transportasi udara.

Kemenhub meminta semua pihak memperkuat koordinasi selama kabut asap masih mengganggu penerbangan. Calon penumpang diimbau mengikuti arahan petugas bandara dan memantau informasi terbaru dari maskapai sebelum berangkat. (*/pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *