Presiden Targetkan Renovasi 60 Ribu Sekolah pada 2026

Kantamedia.com – Presiden Prabowo Subianto menyebutkan, pada tahun 2026 pemerintah menargetkan perbaikan terhadap 60.000 sekolah. Program tersebut merupakan tahap awal dari rencana jangka menengah untuk merevitalisasi seluruh infrastruktur pendidikan nasional yang jumlahnya diperkirakan mencapai 300.000 sekolah. Pemerintah menargetkan seluruh sekolah tersebut dapat diperbaiki secara bertahap dalam kurun empat tahun ke depan.

Presiden menegaskan upaya mempercepat pembenahan sektor pendidikan nasional melalui program renovasi masif fasilitas sekolah di berbagai daerah. Langkah ini menjadi bagian dari agenda strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus pemerataan sarana belajar di seluruh Indonesia.

“Indonesia memiliki sekitar 300 ribu sekolah. Tahun ini kita mulai dengan renovasi 60 ribu sekolah. Harapannya, dalam empat tahun ke depan seluruh sekolah dapat kita selesaikan dan kualitasnya terus kita tingkatkan,” kata Presiden Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026).

Baca juga:  Prabowo Ganti Ahmad Muzani dengan Sugiono sebagai Sekjen Gerindra

Presiden menegaskan, pendidikan merupakan pilar utama pembangunan nasional. Ia menilai kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui pendidikan dan layanan kesehatan yang baik.

“Pendidikan adalah fondasi pembangunan, kesejahteraan, dan demokrasi. Bersama kesehatan, pendidikan menjadi kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan,” ujar Presiden.

Selain fokus pada renovasi sekolah, pemerintah juga memperluas pembangunan sekolah menengah unggulan. Sejumlah kampus baru SMA Taruna Nusantara tengah dibangun, termasuk di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Sulawesi Utara, dan Sumatra Selatan. Presiden menargetkan kampus-kampus tersebut mulai beroperasi pada akhir Desember 2026.

Baca juga:  Presiden akan Bentuk Dewan Kesejahteraan Buruh dan Satgas PHK

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan pembentukan sedikitnya 20 sekolah unggulan baru yang akan diberi nama SMA Garuda. Ke depan, setiap provinsi ditargetkan memiliki minimal satu SMA Taruna Nusantara atau SMA Garuda sebagai pusat pengembangan pendidikan unggulan.

Presiden Prabowo juga mencanangkan pembangunan sekolah unggulan terintegrasi di tingkat kabupaten. Dalam empat tahun mendatang, pemerintah menargetkan sekitar 500 sekolah unggulan terintegrasi dapat dibangun di seluruh Indonesia.

Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa pembangunan fisik harus diiringi dengan penguatan pendidikan karakter. Ia mengingatkan para pimpinan lembaga pendidikan, kepala sekolah, dan tenaga pendidik untuk menjaga integritas dan tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas.

Baca juga:  Putusan MK: Sekolah Dasar Negeri dan Swasta Tak Boleh Pungut Biaya

“Kita ingin melahirkan generasi yang berkarakter kuat, cinta tanah air, jujur, bertanggung jawab, dan anti korupsi. Pemimpin masa depan yang benar-benar mengabdi untuk rakyat dan bangsanya,” tegas Presiden. (*/pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *