Sampit, Kantamedia.com – Aksi kekerasan ekstrem menimpa seorang perempuan berinisial TLD (33) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Korban kritis dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Murjani Sampit setelah diduga disiram bensin lalu dibakar hidup-hidup oleh kekasihnya sendiri, SM (34), pasca-terlibat cekcok hebat.
Insiden tragis ini berlangsung di kediaman korban yang berlokasi di Perumahan Citra Mandiri 2, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Kronologi Cekcok dan Ancaman Pelaku
Pertikaian sepasang kekasih ini dipicu oleh dugaan perselingkuhan. Korban mendapati isi pesan singkat WhatsApp di ponsel pelaku bersama wanita lain yang berstatus istri orang. Meski sempat dibantah, korban berhasil mendapatkan bukti berupa tangkapan layar percakapan mesra dari wanita tersebut.
Perselisihan sempat mereda saat pelaku pergi bekerja. Namun, situasi memanas ketika pelaku kembali ke rumah sekitar pukul 01.00 WIB dan nekat mengambil jeriken bensin di samping rumah untuk menyiram tubuh korban sekaligus dirinya sendiri.
“Ingin mati bersama,” tiru korban mengingat ucapan pelaku tepat sebelum menyalakan pemantik api yang langsung menghanguskan tubuh mereka.
Saat kobaran api membesar, pelaku bergegas lari ke kamar mandi untuk memadamkan api di tubuhnya. Sementara itu, korban yang kesakitan berlari keluar rumah sembari berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Pelaku Melarikan Diri dari Rumah Sakit
Warga yang panik segera mengevakuasi sepasang kekasih ini ke RSUD dr. Murjani Sampit. Berbeda dengan TLD yang mengalami luka bakar parah di bagian wajah dan kedua tangan, kondisi luka pelaku tergolong lebih ringan. Ironisnya, setelah mendapat tindakan medis awal, SM langsung melarikan diri dari rumah sakit dan kini buron.
Pihak keluarga korban mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku. Mereka didera ketakutan karena pelaku sempat melontarkan ancaman akan menghabisi seluruh keluarga jika kasus kekerasan ini dibawa ke jalur hukum.
Di sisi lain, Polsek Ketapang mengonfirmasi bahwa mereka belum menerima laporan resmi dari pihak korban. Kendati demikian, kepolisian memastikan tetap melakukan penyelidikan mendalam guna mengusut tuntas kasus ini. (*/pri)


