Pangkalan Bun, Kantamedia.com — Terjangan cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda kawasan Pantai Kubu di Desa Kubu Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, pada Senin (2/11/2026) siang. Musibah angin badai yang berlangsung sekitar satu jam tersebut meluluhlantakkan kawasan wisata pantai itu, serta memicu sejumlah gangguan infrastruktur di wilayah sekitarnya.
Di bibir Pantai Kubu, tiupan angin kencang merobohkan deretan lapak pedagang serta merusak fasilitas umum. Sebuah rumah makan tempat usaha warga roboh total setelah struktur atap dan dindingnya tidak kuat menahan hempasan angin.
Selain merusak area komersial, cuaca ekstrem ini juga meluas ke fasilitas pendidikan setempat. Pohon berukuran besar di kompleks PAUD Desa Kubu tumbang menghantam pagar hingga tembok sekolah jebol. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Reza, salah seorang warga yang berada di lokasi saat kejadian menceritakan bahwa cuaca buruk datang secara mendadak sehingga membuat pedagang serta pengunjung panik.
“Hujan dan angin kencang terjadi kurang lebih satu jam. Bangunan Rumah Makan Mitra ambruk dan pohon besar di PAUD tumbang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu,” ujar Reza saat memberikan keterangannya pada Senin sore.
Dampak fenomena iklim ini juga dirasakan di wilayah perkotaan Pangkalan Bun. Di Jalan Kopong, Kelurahan Baru, sebuah trafo milik PLN meledak keras hingga memercikkan api ke semak belukar di bawahnya.
“Ledakan tersebut memunculkan percikan api yang kemudian menyambar rumput kering di sekitar lokasi. Api sempat membesar dan bergerak mendekati permukiman warga sebelum berhasil diantisipasi agar tidak meluas,” terang Koko, warga setempat yang menyaksikan ledakan tersebut.
Sementara di wilayah RT 30, kencangnya hempasan angin membuat kabel utama jaringan listrik terputus. Ketua RT 30, Majidi, membenarkan insiden pasokan daya yang terputus di lingkungannya akibat kondisi cuaca buruk tersebut.
“Kejadian di wilayah RT sebelah, kami di RT 30 ini kabel PLN putus akibat angin kencang,” ungkap Majidi.
Meski menimbulkan kerusakan fisik dan kendala kelistrikan di beberapa titik, curahan hujan deras berdurasi 30 menit di kawasan Kilometer 8 Jalan Kotawaringin Lama justru membawa dampak positif. Guyuran air hujan berintensitas tinggi tersebut berhasil memadamkan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat aktif di wilayah tersebut. (*/pri)






