Kebakaran Hebat Lahap Permukiman dan Madrasah di Gang Sari 45

Palangka Raya, Kantamedia.com – Amukan si jago merah menghanguskan puluhan rumah warga beserta sebuah bangunan madrasah di kawasan padat penduduk Jalan dr. Murjani, Gang Sari 45, pada Minggu (12/7/2026) siang. Insiden kebakaran ini meluas dengan sangat cepat lantaran mayoritas hunian berbahan kayu dan posisi bangunan yang saling berdempetan, diperparah oleh kondisi cuaca musim kemarau.

Informasi dari Ketua RT 03/RW 09, Djamrudinoor, menyebutkan bahwa kobaran api mulai terlihat oleh masyarakat setempat sekitar pukul 13.00 WIB. Ia menduga sumber awal api berasal dari area dapur salah satu kediaman warga yang terletak di bagian belakang.

“Kurang lebih jam 1 siang. Kayaknya dari dapur itu. Kalau dilihat di belakang rumah, di dapur,” ungkap Djamrudinoor saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Merespons peristiwa tersebut, Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran (BPBK) segera bergerak setelah menerima laporan resmi pada pukul 13.10 WIB. Ketua Badan Pemadam Kebakaran (BPK) Kamboja sekaligus Inspektur Damkar, Sucipto, menjelaskan bahwa seluruh personel langsung bersiaga begitu informasi tersebar di grup koordinasi. Kebetulan, para petugas sedang melakukan perawatan rutin armada di pos sekitar pukul 13.45 WIB ketika tanda-tanda kebakaran mulai membesar.

Kendati menerjunkan empat armada mobil pemadam, tim BPK Kamboja menghadapi kendala ruang gerak yang ekstrem. Hanya tiga unit kendaraan yang berhasil menembus titik api, sementara satu unit lainnya tertahan akibat jalur pemukiman yang terlalu sempit. Selain kendala geografis, petugas di lapangan juga harus berpacu dengan minimnya pasokan air.

“Laporannya jam 13 lewat 10 menit, langsung masuk ke grup-grup semua BPBK. Untuk saat ini kesulitannya adalah jalan kecil dan sumber air,” jelas Sucipto.

Musibah kebakaran ini melanda dua wilayah sekaligus, yakni RT 01 dan RT 03 di lingkungan RW 09. Djamrudinoor memperkirakan sedikitnya ada 10 rumah yang rata dengan tanah di wilayah RT 03, termasuk kediaman pribadinya sendiri. Situasi di lokasi sempat diwarnai kepanikan luar biasa saat warga menyelamatkan diri dan mengevakuasi harta benda. Bahkan, seorang warga dilaporkan hilang kesadaran di tengah kekacauan tersebut.

“Selain lokasi sempit, warga juga menyelamatkan diri, bahkan sempat ada yang pingsan,” imbu Sucipto mengenai dinamika evakuasi.

Menghadapi kerugian yang masif, Djamrudinoor mewakili masyarakat terdampak sangat berharap adanya uluran tangan dan atensi cepat dari pemerintah daerah setempat. “Kita pun berharap kepada pemerintah, misalnya mau mengurus bantuan atau bagaimana,” harapnya.

Hingga saat ini, aparat berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan penyebab utama kebakaran. Padatnya tata letak bangunan membuat penentuan titik awal api memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Proses pendinginan area dan penanganan warga terdampak terpantau masih berjalan dinamis di lapangan. (*/pri)

TAGGED:
Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *