Jakarta, Kantamedia.com – Peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia tahun ini mengusung tema “Transformasi Berkelanjutan untuk Pasar Modal Terpercaya dan Tangguh”. Tema tersebut mencerminkan komitmen pasar modal untuk terus mendorong transformasi melalui penguatan tata kelola, integritas, perlindungan investor, infrastruktur, serta inovasi dan digitalisasi.
Momentum peringatan ini ditandai dengan peluncuran produk Exchange Traded Fund (ETF) Emas pada Senin (10/8/2026). Peluncuran ETF Emas sekaligus menunjukkan upaya industri pasar modal memperluas pilihan investasi dan memperkuat keterhubungan dengan ekosistem bullion nasional. Integrasi tersebut diharapkan memperkuat infrastruktur dan inovasi pasar keuangan Indonesia dalam menghadapi kebutuhan investasi hingga menuju Indonesia Emas 2045.
Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Samsul Hidayat, menyebut peluncuran ETF Emas sebagai milestone baru dalam pengembangan dan pendalaman pasar keuangan nasional. “ETF Emas diharapkan menjadi alternatif instrumen investasi baru bagi investor sekaligus bagian dari penguatan ekosistem bullion nasional,” ujarnya dalam sambutan di Gedung BEI, Jakarta.
Pengembangan ETF Emas merupakan hasil kolaborasi antara OJK, Self-Regulatory Organizations (SRO), manajer investasi, bank kustodian, dealer partisipan, bullion bank, serta seluruh pelaku industri pasar modal. Proses pembentukan ETF Emas berlangsung dalam ekosistem terintegrasi, dimulai dari penyediaan emas fisik sebagai aset dasar, pencatatan Electronic Gold Receipt (EGR) di KSEI, hingga perdagangan unit penyertaan ETF Emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Peluncuran ETF Emas hari ini bertepatan dengan satu tahun menjelang usia emas Pasar Modal Indonesia, merupakan simbol harapan menuju masa keemasan pasar modal yang berkontribusi bagi Indonesia Emas 2045,” ungkap Samsul. (*/Mhu).


