Barsel Masih Akan Terapkan BDR Hingga Karhutla Terkendali

Buntok, kantamedia.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan masih menerapkan kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) atau Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di seluruh satuan pendidikan selama kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum sepenuhnya terkendali.

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi peserta didik dari dampak buruk kabut asap akibat karhutla. PJJ akan tetap diberlakukan hingga kondisi udara dinilai aman, terutama ketika Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) telah berada pada kategori sehat.

“BDR atau PJJ masih kita terapkan di semua satuan pendidikan sampai kondisi karhutla betul-betul terkendali, terutama kondisi ISPU sudah berada dalam standar sehat,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan, Manat Simanjuntak di Buntok Selasa (8/9/2026).

Bahkan menurut dia, dari Kemendikdasmen pun telah ada edaran, jika nilai ISPU masih 201 ke atas itu harus PJJ. “Sedangkan sampai sekarang, kita di Barsel masih 300-an lebih, bahkan pernah 900-an yang di puncak-puncaknya kemarin,” tukas dia.

Meski pembelajaran dilakukan dari rumah, Manat meminta seluruh tenaga pendidik tetap memaksimalkan proses pembelajaran agar peserta didik tidak kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan.

Menurutnya, guru perlu memastikan materi pembelajaran tetap diberikan dan komunikasi dengan peserta didik tetap berjalan selama kebijakan PJJ diberlakukan. Siswa dan guru diimbau untuk tetap di rumah dan mengurangi aktivitas di luar.

“Kami minta semua tenaga pendidik atau guru memaksimalkan PJJ. Guru tetap mengajar secara aktif, tidak hanya memberikan tugas. Jangan sampai karena kondisi seperti ini, peserta didik justru ketinggalan pembelajaran,” tegasnya.

Selain pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, Dinas Pendidikan juga meminta seluruh kepala sekolah mengatur sistem piket guru di sekolah setiap hari. Pengaturan piket tersebut dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus memastikan pelayanan dan koordinasi di lingkungan sekolah tetap berjalan selama kegiatan belajar mengajar secara tatap muka belum kembali dilaksanakan.

“Semua kepala sekolah kita minta mengatur piket guru setiap hari di sekolah sebagai upaya preventif. Jadi, meskipun pembelajaran dilakukan dari rumah, sekolah tetap ada yang memantau dan memastikan kondisi tetap terkendali,” ujarnya.

Manat menambahkan, pelaksanaan BDR atau PJJ akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan kondisi karhutla dan kualitas udara. Pembelajaran tatap muka akan dipertimbangkan kembali setelah kondisi dinilai cukup aman bagi peserta didik dan tenaga pendidik.

“Kita tentu berharap kondisi karhutla segera terkendali sehingga proses pembelajaran bisa kembali normal. Tetapi untuk saat ini, keselamatan dan kesehatan peserta didik serta guru tetap menjadi perhatian utama,” pungkasnya. (pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *