Palangka Raya, Kantamedia.com – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin turut menyampaikan belasungkawa atas musibah tenggelamnya dua pelajar SMPN 9 Palangka Raya, yang terjadi di kawasan wisata air dadakan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya beberapa waktu lalu.
“Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini,” tutur Fairid, Rabu (6/8/2025).
Wali Kota pun mengingatkan masyarakat Kota Palangka Raya, untuk tidak mengabaikan informasi cuaca dan potensi bencana yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Masyarakat harus lebih sering memantau informasi dari BMKG, baik terkait cuaca, prakiraan hujan, maupun musim kemarau,” ucapnya.
Menurut Fairid, musibah yang telah terjadi harus menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Termasuk informasi prakiraan cuaca dan potensi bahaya banjir, khususnya di kawasan rawan luapan air sungai.
Seperti berdasarkan laporan BMKG, wilayah Palangka Raya diperkirakan mengalami peningkatan curah hujan pada akhir bulan Agustus. Kondisi ini, perlu diantisipasi karena berpotensi meningkatkan debit air sungai yang dapat meluap sewaktu-waktu.
Terlepas dari itu Wali Kota Palangka Raya dua periode ini mendorong warga untuk lebih aktif mencari tahu informasi tentang kondisi geografis dan iklim lokal. Terutama menyangkut siklus musim yang rutin diumumkan pemerintah. Menurutnya, kesadaran itu menjadi fondasi utama dalam mencegah bencana.
“Kami rutin menyampaikan informasi tentang musim penghujan dan kemarau, agar masyarakat lebih berhati-hati. Termasuk ancaman banjir tidak hanya datang dari hujan lokal. Luapan Sungai Kahayan dan Sungai Rungan sering kali merupakan imbas banjir kiriman dari wilayah hulu seperti Gunung Mas dan Katingan,” tandasnya. (Fay/*)


