PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Tengah resmi menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal program pembangunan, khususnya terkait pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan isu-isu sosial kemasyarakatan.
Ketua BKOW Kalteng periode 2025–2030, Nunu Andriani, menyampaikan bahwa organisasi ini akan memainkan peran penting dalam menjembatani berbagai organisasi wanita di tingkat provinsi dan kabupaten/kota agar program prioritas berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Tujuan kita sama, yaitu sebagai mitra strategis pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat. Program-program strategis maupun prioritas harus benar-benar tepat sasaran. Melalui BKOW inilah kita bersinergi agar kegiatan tidak tumpang tindih, sekaligus mendukung visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah,” ujarnya, Rabu (27/8).
Menurut Nunu, BKOW provinsi akan bersinergi dengan Gerakan Organisasi Wanita (GOW) di seluruh 14 kabupaten/kota. Kehadiran struktur organisasi hingga tingkat daerah ini diharapkan mampu memastikan implementasi program benar-benar menjangkau akar rumput.
Dalam arahannya, ia juga mengutip penguatan dari Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan Tim Penggerak PKK Kalteng, bahwa perempuan adalah pilar utama dalam keluarga dan bangsa. “Kuat perempuan, kuat wanita, maka kuat juga bangsa itu. Kita harus terus menggali potensi diri, bukan hanya untuk pribadi, tapi juga untuk memberdayakan seluruh perempuan di Kalteng agar berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Adapun program prioritas BKOW yang akan segera dijalankan adalah percepatan penanganan stunting dan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Program ini menjadi titik awal sinergi bersama organisasi-organisasi wanita di Kalteng agar kontribusi nyata bisa segera dirasakan masyarakat.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, BKOW Kalteng menargetkan kiprah yang lebih terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan. Hal ini sekaligus menegaskan posisi BKOW sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah berbasis pemberdayaan perempuan. (daw)


