Edy Pratowo: Vokasi D-1 Jawab Tantangan Ketahanan Pangan

Palangka Raya, Kantamedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai mengarahkan penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian melalui program vokasi D-1 yang difokuskan untuk mendukung agenda ketahanan pangan nasional.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, menegaskan bahwa program tersebut dirancang sebagai respons terhadap kebutuhan riil di lapangan, terutama dalam pengelolaan sektor pertanian yang semakin kompleks. “Program D-1 vokasi pertanian ini dalam rangka menjawab tantangan, terutama berkaitan dengan program ketahanan pangan yang dilaksanakan pemerintah pusat,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, penguatan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan dan teknologi, tetapi juga kualitas SDM yang mampu mengelola dari hulu hingga hilir. Program vokasi ini menghadirkan tiga jurusan utama, yakni alat dan mesin pertanian (alsintan), pascapanen, serta agroforestri.

Baca juga:  Pemprov Kalteng Siapkan Tim Khusus Salurkan Bantuan Bencana Sumatra

Ia menjelaskan, program ini sekaligus menjadi upaya strategis untuk menarik minat generasi muda agar terlibat langsung dalam sektor pertanian, yang selama ini cenderung kurang diminati. “Kita ingin ada gerakan dari anak-anak muda yang punya kemampuan di bidang pertanian, sehingga mereka bisa menjadi penggerak, bahkan menjadi entrepreneur di sektor ini,” katanya.

Lebih lanjut, lulusan program ini diharapkan dapat terlibat dalam berbagai program strategis daerah, termasuk Brigade Pangan, serta mampu mengembangkan usaha berbasis pertanian dan kehutanan secara mandiri.

Dari sisi pelaksanaan, program ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Dinas Pendidikan dan perangkat daerah teknis di bidang pertanian. Pembiayaan program sebagian besar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), termasuk dana bagi hasil dari sektor perkebunan sawit.

Baca juga:  Daerah Diminta Aktif Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok

Dalam konteks yang lebih luas, langkah ini dinilai sebagai bagian dari transformasi pembangunan pertanian di Kalimantan Tengah—dari yang sebelumnya berbasis komoditas menjadi berbasis kompetensi dan kewirausahaan. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah daerah berharap sektor pertanian tidak lagi dipandang sebagai sektor tradisional, melainkan sebagai ruang ekonomi baru yang menjanjikan bagi generasi muda, sekaligus menopang ketahanan pangan daerah dan nasional secara berkelanjutan. (Daw).

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *