Asyik Potong Rambut, Massa Kepung Istri Perdana Menteri Israel di Salon

Kantamedia.com – Massa mengepung satu salon di Tel Aviv, di mana istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Sara, sedang potong rambut ketika demonstrasi tengah membara.

Negara sedang membara dan Sara potong rambut,” teriak pada demonstran, seperti diberitakan The Times of Israel, Rabu (1/3/2023).

Beberapa hari belakangan, kota-kota di Israel memang sedang diterjang lautan massa yang memprotes rencana pemerintah untuk mengubah sistem peradilan.

Meski demo meluas, biasanya tak ada bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa. Namun pada Rabu, bentrokan pecah karena kepolisian berupaya menahan massa.

Pengunjuk rasa itu hendak menuju Kikar HaMedina Plaza karena mengetahui Sara sedang mendatangi salon di kawasan itu.

Baca juga:  Rudal AS-Israel Hancurkan Sekolah di Iran, 200 Siswi Tewas

Sejumlah pedemo akhirnya berhasil mencapai lokasi salon. Seorang pedemo terdengar berteriak, “Semoga rambutmu terbakar! Semoga desamu terbakar!”

Bebrapa demonstran juga mengabadikan momen itu melalui video-video yang mereka unggah di jejaring sosial.

Satu video yang beredar menunjukkan para demonstran berteriak di depan salon sembari mengacungkan bendera Israel.

“Momen gila ketika demonstrasi di depan Sara Netanyahu yang kedapatan sedang di salon di State Square sangat spontan,” tulis demonstran itu.

Sara pun harus sembunyi berjam-jam di dalam salon. Polisi kemudian datang dalam jumlah besar untuk mengawal Sara keluar dari salon tersebut.

Walau momen itu sudah berakhir, warganet masih heboh membicarakan Sara. Mereka heran karena seorang istri pejabat tinggi negara bisa-bisanya ke salon ketika demonstrasi sedang membara.

Baca juga:  Israel Serang Iran, Ledakan Keras dan Asap Mengepul di Teheran

Gelombang unjuk rasa kali ini dianggap sebagai hantaman paling besar bagi rezim Netanyahu yang sedang didera berbagai masalah, mulai dari sistem peradilan hingga Palestina.

Menjelang tengah malam, Netanyahu mengunggah fotonya ketika sedang memeluk Sara setelah diselamatkan dari kepungan massa.

“Anarki harus dihentikan. Ini bisa menyebabkan nyawa melayang,” tulisnya. (*)

TAGGED:
Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *