BPBD Barsel dan Manggala Agni Perkuat Sinergi Cegah Karhutla Berulang

Kantamedia.com – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kepungan kabut asap di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, terus menjadi perhatian serius. Tim Manggala Agni Daops Kalimantan IV/Muara Teweh menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barsel untuk memperketat langkah pencegahan serta mitigasi di lapangan.

Kepala Daerah Operasi (Kadaops) Manggala Agni Daops Kalimantan IV/Muara Teweh, Abdur Rochim, saat melakukan koordinasi dengan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Barsel, Agus In’yulius, Kamis (10/9/2026), mengharapkan, penanganan karhutla di Kabupaten Barsel tidak berhenti pada pemadaman. Kebakaran yang kembali muncul di lokasi yang sama perlu dievaluasi untuk menemukan penyebabnya dan mencegah kejadian serupa berulang.

Abdur Rochim membeberkan fakta lapangan bahwa faktor kelalaian hingga kesengajaan warga masih menjadi pemicu dominan munculnya titik api. Pola pembersihan lahan yang tidak bertanggung jawab menjadi ancaman terbesar saat cuaca ekstrem melanda.

“Karhutla ini hampir 99 persen akibat ulah manusia. Artinya, bagaimana kita bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan api, terutama di tengah kondisi kemarau seperti sekarang,” kata Abdur Rochim.

Selain masalah perilaku masyarakat, Rochim memberikan catatan kritis terkait munculnya kembali jilatan api di lokasi yang sama meski sudah sempat dipadamkan oleh petugas. Fenomena karhutla berulang ini dinilai butuh evaluasi mendalam agar penanganan tidak sebatas menguras energi teknis di lapangan.

Ia menegaskan pentingnya pemantauan intensif pasca-pemadaman guna mengunci pergerakan pelaku maupun mengantisipasi sisa bara di bawah permukaan tanah. “Kalau terlalu sering terjadi berulang, tentu harus menjadi evaluasi. Jangan sampai kita hanya datang memadamkan, setelah itu muncul lagi. Ini yang harus kita cari penyebabnya agar ke depan tidak terulang kembali,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Manggala Agni bersama BPBD Barsel turut membahas sejumlah aspek kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Pembahasan mencakup kesiapan personel, pemantauan kawasan yang memiliki potensi kebakaran, hingga dukungan operasional yang dibutuhkan dalam penanganan di lapangan.

Koordinasi lintas lembaga tersebut dinilai penting untuk memastikan potensi kebakaran dapat diketahui lebih awal dan ditangani sebelum meluas.

Menanggapi hal itu, Kepala BPBD Barsel Agus In’yulius mengapresiasi inisiatif koordinasi tersebut. Menurut dia, komunikasi dan kerja sama antarlembaga merupakan bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla di wilayah Barsel.

Agus berharap kerja sama antara BPBD dan Manggala Agni semakin solid, baik dalam langkah pencegahan maupun penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. “Sinergi dan koordinasi seperti ini sangat diperlukan, sehingga setiap potensi Karhutla dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi lebih luas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang masih kering membuat ancaman karhutla belum dapat diabaikan. Kewaspadaan, menurutnya, perlu dijaga seluruh pihak, termasuk masyarakat.

“Kondisi cuaca yang masih kering membuat potensi kebakaran hutan dan lahan tetap harus diwaspadai oleh seluruh pihak, termasuk masyarakat,” tutupnya.

Menurutnya, pemetaan kendala secara bersama merupakan kunci utama agar eskalasi kebakaran tidak semakin meluas dan memicu krisis lingkungan yang lebih parah. “Kondisi cuaca yang masih kering membuat potensi kebakaran hutan dan lahan tetap harus diwaspadai oleh seluruh pihak, termasuk masyarakat,” tutur Agus. (pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *