Selama Kemarau, Kasus ISPA dan Diare di Mentaya Hulu Meningkat

Sampit, Kantamedia.com – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare mengalami peningkatan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kuala Kuayan selama musim kemarau. Peningkatan tersebut terutama terjadi dalam dua bulan terakhir, yakni Juli hingga Agustus 2026.

Hal itu disampaikan Kepala UPTD Puskesmas Kuala Kuayan, Fitriyani Sundary saat menerima kunjungan Hal senada disampaikan Camat Mentaya Hulu, H.M. Edison, Senin (7/9/2026). Menurutnya, peningkatan kasus ISPA dan diare dipengaruhi kondisi lingkungan selama musim kemarau.

“Diare dan ISPA ini menjadi penyakit yang rentan menyerang saat kemarau. Dan dalam dua bulan terakhir memang mengalami peningkatan,” kata Fitriyani.

Meningkatnya asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), debu, serta kondisi udara yang kering, ungkap Fitriyani, dapat mengganggu saluran pernapasan dan meningkatkan risiko terjadinya ISPA. Sementara itu, keterbatasan ketersediaan air bersih selama kemarau turut meningkatkan risiko penyakit diare.

Untuk mengantisipasi penyakit tersebut, Fitriyani mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi. Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama pada kondisi berdebu atau ketika kualitas udara terganggu asap karhutla.

Selain itu, untuk upaya pencegahan diare, masyarakat diingatkan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, mengonsumsi air bersih yang telah dimasak hingga matang, serta menjaga kebersihan alat makan dan lingkungan sekitar.

“Jaga kebersihan, gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan yang berdebu, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta konsumsi air bersih yang sudah dimasak matang. Perbanyak juga makanan bergizi,” ujarnya.

Sementara Camat Mentaya Hulu, H.M. Edison mengatakan, kondisi musim kemarau membuat masyarakat lebih sering beraktivitas di luar rumah. Kondisi tersebut, ditambah cuaca panas, dapat meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit.

“Jadi masyarakat tetap harus menjaga kebersihan, PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), cuci tangan pakai sabun,” kata Edison.

Edison menjelaskan, penyakit diare lebih mudah terjadi selama musim kemarau karena sumber air masyarakat dapat mengalami kekeringan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan ketersediaan dan kualitas air menurun.

Selain faktor air, konsumsi makanan dan minuman yang tidak terjaga kebersihannya juga dapat menjadi pemicu diare. Bakteri yang masuk melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi dapat mengganggu saluran pencernaan.

Karena itu, Edison mengimbau masyarakat tetap menjaga pola makan sehat dan memastikan air minum yang dikonsumsi bersih serta layak. Upaya tersebut penting untuk menjaga daya tahan tubuh sekaligus mengurangi risiko terserang ISPA maupun diare selama musim kemarau. “Kemudian apabila ada kasus-kasus yang muncul di lapangan, segera datang ke layanan kesehatan agar memperoleh layanan yang lebih cepat,” pungkasnya. (pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *