Barsel Anggarkan Pengadaan 150 Ribu Masker Gratis Untuk Masyarakat

Buntok, Kantamedia.com – Ketua DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel), H.M. Farid Yusran, mendesak pemerintah daerah melalui Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) terkait agar segera mendistribusikan masker gratis kepada masyarakat, tanpa terkecuali warga di pelosok pedesaan.

Farid menegaskan, anggaran untuk pengadaan 150 ribu masker sudah dialokasikan dalam APBD Perubahan 2026. Karena itu, ia menilai tidak ada alasan bagi pemerintah daerah untuk menunda penyalurannya di tengah memburuknya kualitas udara.

“Pengadaan masker sebanyak 150 ribu untuk dibagikan kepada masyarakat secara gratis sudah dianggarkan di APBD Perubahan, sehingga diharapkan segera terealisasi,” ujar Farid Yusran di Buntok, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dibarengi musim kemarau panjang saat ini benar-benar dirasakan dampaknya oleh warga. Kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut tidak hanya menghambat aktivitas harian masyarakat, tetapi juga membuka peluang munculnya berbagai gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.

Atas dasar itu, Farid menekankan pentingnya pemerataan distribusi. Ia mengingatkan agar penyaluran masker tidak hanya berkutat di kawasan perkotaan, sementara warga di wilayah terpencil justru luput dari perhatian.

“Jangan sampai masyarakat di desa-desa dan pelosok justru tidak mendapatkan masker. Pemerintah harus memastikan distribusinya menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Politikus asal Barito Selatan itu juga meminta SOPD terkait melakukan pendataan dan penyaluran secara terkoordinasi bersama pemerintah kecamatan, desa, maupun kelurahan. Dengan koordinasi berjenjang, bantuan diharapkan benar-benar sampai ke tangan warga yang paling terdampak paparan kabut asap karhutla.

Ia berharap percepatan distribusi masker menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan warga selama musim karhutla dan kekeringan masih berlangsung. “Yang paling penting masyarakat terlindungi. Jangan hanya di pusat kota, tetapi sampai ke desa-desa,” pungkasnya. (pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *