DPRD Kalteng Desak Penguatan Industri Pengolahan Komoditas Lokal

Palangka Raya, Kantamedia.com – Sektor industri pengolahan di Kalimantan Tengah mendesak untuk segera diperkuat demi memacu pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Ketergantungan pada penjualan bahan mentah dinilai memangkas potensi pendapatan daerah sekaligus merugikan masyarakat lokal.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Bambang Irawan. Ia menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah tidak akan memberikan dampak optimal tanpa sokongan infrastruktur pemrosesan yang memadai.

Selama ini, sebagian besar komoditas unggulan justru dikirim keluar daerah dalam bentuk mentah. Akibatnya, nilai tambah ekonomi dari rantai pengolahan tersebut justru dinikmati oleh wilayah lain. “Wilayah Kalteng memiliki potensi SDA yang melimpah sehingga perlu didukung dengan pembangunan industri pengolahan agar hasil produksi daerah tidak hanya bergantung pada penjualan bahan baku,” ujar Bambang, Senin (22/6/2026).

Pembangunan fasilitas hilirisasi dianggap sebagai langkah krusial untuk mendongkrak daya saing komoditas lokal di pasar global. Selain memperkuat struktur ekonomi daerah agar lebih tahan terhadap fluktuasi pasar, hadirnya pabrik-pabrik pengolahan secara otomatis akan membuka ribuan lapangan kerja baru. Perkembangan ini juga diyakini mampu memicu pertumbuhan ekosistem bisnis pendukung di sekitarnya.

Langkah strategis ini menuntut kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif di sektor manufaktur. “Kita perlu mendorong agar komoditas unggulan daerah dapat diolah lebih lanjut di Kalteng sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas legislator DPRD Kalteng tersebut.

Melalui penguatan sektor pengolahan dari hulu ke hilir, potensi SDA Kalteng diharapkan tidak sekadar menjadi angka statistik, melainkan menjadi pilar utama peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata. (pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *