PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Bambang Irawan, menilai pemadaman listrik berkepanjangan di Kalimantan Tengah telah memberikan dampak serius terhadap pelaku usaha, khususnya sektor peternakan dan UMKM yang bergantung pada pasokan listrik.
Menurut Bambang, keluhan masyarakat terkait dampak ekonomi akibat pemadaman sebenarnya sudah disampaikan sejak sekitar dua bulan lalu. Namun hingga kini persoalan tersebut dinilai belum mendapatkan penyelesaian yang memadai.
“Sejak awal sudah ada penyampaian dari masyarakat bahwa kondisi ini akan merugikan UMKM, khususnya usaha-usaha peternakan dan sejenisnya. Itu sangat merugikan,” ujarnya, Jumat (7/8/2026).
Ia mempertanyakan kesiapan pemerintah maupun PT PLN dalam menjamin pasokan listrik sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, listrik merupakan layanan primer sehingga kualitas pelayanan harus sebanding dengan kewajiban masyarakat membayar rekening listrik tepat waktu.
“Ini kebutuhan primer masyarakat. Seharusnya pemerintah ataupun BUMN yang mengelolanya benar-benar serius. Masyarakat kalau tidak bayar listrik langsung diputus. Jadi harus berimbang antara kewajiban masyarakat dengan kualitas pelayanan yang diberikan,” tegasnya.
Bambang juga menyoroti keberadaan sejumlah sumber pembangkit listrik di Kalimantan yang seharusnya dapat saling menopang ketika terjadi gangguan pada salah satu pembangkit.
Ia berharap persoalan tersebut segera ditangani secara serius agar kerugian masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan peternak, tidak terus berlanjut akibat pemadaman listrik yang berulang. (daw)


