PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Jalan Murjani Bawah, Komplek Gang Sari 45, Palangka Raya, Selasa (15/7/2026). Dalam kunjungannya, ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga awal November.
Junaidi mengatakan dirinya bersama Sekretaris DPRD Kalteng meninjau lokasi kebakaran sejak pukul 08.00 hingga 09.00 WIB. Berdasarkan hasil peninjauan, kebakaran yang terjadi pada 12 Juli lalu berdampak pada tiga rukun tetangga (RT).
Menurutnya, kondisi cuaca yang panas akibat musim kemarau dan pengaruh El Nino meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, sehingga masyarakat diminta lebih berhati-hati, baik dalam menjaga lingkungan maupun saat menggunakan peralatan listrik di rumah.
“Musim kemarau ini diperkirakan masih cukup panjang. Kebakaran yang terjadi beberapa hari lalu harus menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih waspada,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat tidak meninggalkan rumah dalam kondisi kompor maupun peralatan listrik masih menyala. Selain itu, warga juga diminta memperhatikan beban penggunaan listrik, terutama pada siang hingga sore hari ketika aktivitas di rumah meningkat.
“Mulai siang masyarakat pulang ke rumah, kemudian menyalakan AC, kipas angin, televisi, kulkas, dan peralatan lainnya secara bersamaan. Beban listrik meningkat, kabel menjadi panas, ditambah cuaca yang sangat terik, sehingga potensi kebakaran juga meningkat,” jelasnya.
Junaidi juga mengajak para lurah, ketua RT, dan ketua RW untuk terus mengingatkan masyarakat agar menjaga lingkungan, termasuk lahan dan pekarangan, selama musim kemarau berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, Junaidi turut menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp5 juta kepada korban kebakaran. Bantuan itu berasal dari dana Biaya Operasional Pimpinan (BOP) yang diterimanya pada bulan Juli.
“Dana BOP saya bulan ini sebesar Rp6 juta. Sebesar Rp5 juta saya serahkan kepada korban kebakaran, sedangkan Rp1 juta saya salurkan untuk membantu warga yang sedang dirawat di rumah sakit,” katanya.
Terkait penanganan pascakebakaran, Junaidi berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan masyarakat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Menurutnya, kebutuhan mendesak saat ini meliputi sembako, pakaian layak pakai, dan obat-obatan. Sementara itu, dalam jangka panjang ia berharap pemerintah dapat membantu pembangunan kembali rumah-rumah warga serta fasilitas yang terdampak kebakaran.
“DPRD memiliki fungsi pengawasan dan penganggaran, bukan sebagai eksekutor. Karena itu kami berharap pemerintah, baik pemerintah kota maupun pemerintah provinsi, dapat memberikan penanganan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak,” pungkasnya. (daw)


