Bahaya Asap Karhutla, Dishub Barsel Minta Pengendara Waspada

Buntok, Kantamedia.com — Peningkatan intensitas kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Barito Selatan yang relatif tebal berpotensi mengancam keselamatan para pengguna jalan. Menanggapi kondisi ini, Dinas Perhubungan Barito Selatan mengeluarkan peringatan agar masyarakat ekstra waspada guna meminimalkan risiko bahaya di jalan raya.

Kepala Dinas Perhubungan Barito Selatan, Joni Priawan, menuturkan bahwa pekatnya paparan asap telah menurunkan jarak pandang pengemudi secara drastis. Situasi ini dinilai sangat rawan memicu insiden kecelakaan, terutama di titik-titik ruas jalan yang tertutup asap tebal.

“Kondisi kabut asap secara langsung dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Karena itu, kami mengimbau pengendara agar lebih berhati-hati dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan,” tutur Joni di Buntok, Kamis (3/9/2026).

Joni menginstruksikan para pengemudi untuk menurunkan laju kendaraan, menjaga jarak aman antararmada, serta mengantisipasi gumpalan asap pekat yang kerap muncul mendadak di tengah jalur. Ia menegaskan agar warga tidak memaksakan diri berkendara dalam kecepatan tinggi di tengah keterbatasan pandangan.

“Jangan menganggap remeh kondisi ini. Keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Selain menyasar pengendara pribadi, imbauan ketat turut ditujukan kepada penyedia jasa angkutan umum. Pihak pengelola moda transportasi orang, khususnya para pemilik bisnis travel yang melayani rute wilayah Buntok dan sekitarnya, diminta memperketat standar keselamatan operasional, terutama pada jadwal keberangkatan malam hari saat kepekatan asap cenderung meningkat.

Demi meminimalkan gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara, Dishub menyarankan seluruh pengusaha travel membagikan masker secara gratis kepada para penumpang sebelum perjalanan dimulai.

Di akhir keterangannya, Joni mengajak partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat untuk menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar. Menurutnya, kesadaran kolektif dalam mencegah karhutla merupakan kunci utama untuk menjaga kelancaran Arus lalu lintas, kualitas udara, serta keselamatan bersama di kawasan Barito Selatan.

“Mari kita jaga lingkungan, kesehatan, dan keselamatan bersama,” pungkasnya. (pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *