Buntok, Kantamedia.com — Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Pemkab Barsel) mengucurkan dana dukungan senilai lebih dari Rp3,958 miliar guna mengantisipasi maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman kekeringan di wilayahnya. Alokasi anggaran darurat ini disalurkan melalui lintas perangkat daerah dan instansi teknis terkait.
Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri mengungkapkan, anggaran darurat tersebut dialokasikan melalui kombinasi Belanja Tidak Terduga (BTT) serta APBD Perubahan 2026. Skema ini disiapkan untuk mempercepat penanganan di lapangan sekaligus meminimalkan dampak buruk kabut asap bagi warga setempat.
“Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menyiapkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) maupun APBD Perubahan 2026 untuk mendukung penanganan karhutla serta mengantisipasi dampak kekeringan total Rp3,958 miliar lebih,” ujar Eddy Raya, pada rapat evaluasi pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng di Palangka Raya, Kamis (3/9/2026).
Eddy menjelaskan bahwa komitmen anggaran ini menjadi fondasi penting agar pemadaman api, pemantauan wilayah, hingga penanganan dampak bencana dapat dieksekusi secara cepat dan tepat target tanpa terhambat masalah operasional.
“Dana tersebut diharapkan mampu mendukung berbagai kebutuhan mendesak selama masa tanggap darurat berlangsung, termasuk untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan di musim kemarau ini,” imbuhnya.
Ia menambahkan, dana BTT difokuskan untuk penyediaan sarana penanggulangan, operasional tim di lapangan, hingga perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang rentan terpapar polusi asap. Pemkab Barsel juga menaruh perhatian ekstra pada potensi krisis air bersih dan ketersediaan pangan warga akibat kemarau panjang.
Rincian Alokasi Anggaran Penanggulangan Bencana Karhutla dan Kekeringan

Penggunaan dana darurat ini terbagi ke dalam dua pos utama, yaitu dana BTT sebesar Rp1.468.530.650 dan pos APBD Perubahan 2026 sebesar Rp2.490.187.500.
Total alokasi dana BTT yang dikucurkan Pemkab Barsel mencapai Rp1.468.530.650. Dana ini didistribusikan kepada beberapa instansi:
- BPBD Barsel: Rp413.350.600 (terbagi untuk penanganan Status Tanggap Darurat sebesar Rp274.151.250 dan Status Siaga Darurat sebesar Rp139.199.350)
- Polres Barsel: Rp413.150.000 (pengadaan sarana Rp274.400.000 dan operasional penanganan Rp138.750.000)
- Dinas Kesehatan: Rp355.030.000
- Kecamatan Se-Barsel: Rp180.000.000 (dukungan operasional @Rp30.000.000 per kecamatan)
- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan: Rp107.000.000
Sementara itu, pemenuhan kebutuhan penanganan bencana dari Pos APBD Perubahan 2026 dialokasikan sebesar Rp2.490.187.500 melalui tiga dinas teknis:
- Dinas Sosial: Rp2.285.184.500 (mencakup bantuan sosial masyarakat miskin Desil 1–4 sebesar Rp2.000.000.000, serta pengadaan paket sembako perlindungan bencana sebesar Rp285.184.500)
- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian: Rp175.500.000 (distribusi paket sembako rawan pangan Rp130.000.000 dan penyaluran cadangan pangan daerah Rp45.500.000)
- Dinas Lingkungan Hidup: Rp29.503.000
Langkah taktis melalui pergeseran anggaran ini diharapkan mampu melindungi keselamatan warga serta menekan potensi kerugian ekologi maupun ekonomi akibat bencana musiman di Barito Selatan. (pri)


