Disdik Palangka Raya Atur Pembelajaran Saat Ancaman Karhutla

PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya mengeluarkan surat edaran tentang penyesuaian kegiatan pembelajaran sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penurunan kualitas udara akibat musim kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Surat bernomor 400.3.5.1/2439/Disdik.SD/VII/2026 tertanggal 27 Juli 2026 itu ditujukan kepada seluruh kepala satuan pendidikan jenjang TK, SD, SMP negeri dan swasta, serta lembaga pendidikan nonformal seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kota Palangka Raya.

Dalam surat tersebut, Dinas Pendidikan mewajibkan seluruh warga sekolah menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat menurunnya kualitas udara.

Selain itu, apabila kualitas udara di lingkungan sekolah mengalami penurunan, satuan pendidikan diminta menghentikan sementara kegiatan luar ruangan seperti upacara bendera, olahraga, senam bersama, dan kegiatan ekstrakurikuler. Khusus untuk pelajaran olahraga maupun ekstrakurikuler, kegiatan tetap diperbolehkan selama dilaksanakan di dalam ruangan.

Dinas Pendidikan juga mengimbau seluruh peserta didik untuk menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta memperbanyak minum air putih selama musim kemarau.

Untuk memantau kondisi kualitas udara, sekolah diminta secara berkala mengakses informasi melalui laman pemantauan milik BMKG maupun IQAir sehingga dapat mengambil langkah cepat apabila terjadi penurunan kualitas udara.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, menegaskan surat edaran tersebut berlaku sejak tanggal ditetapkan. Apabila kondisi kualitas udara kembali membaik, seluruh aktivitas pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler di luar ruangan dapat kembali dilaksanakan seperti biasa.

Kebijakan ini menjadi salah satu langkah antisipatif Pemerintah Kota Palangka Raya di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap ancaman karhutla yang mulai terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah selama musim kemarau. (daw)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *