Palangka Raya, Kantamedia.com – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan pemanfaatan perangkat internet satelit Starlink bukan solusi permanen untuk mengatasi wilayah blank spot telekomunikasi. Kehadiran teknologi tersebut hanya bersifat sementara, sembari mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di daerah yang belum terjangkau jaringan.
Kepala Diskominfosantik Kalteng, Adiah Chandra Sari, menjelaskan perangkat Starlink akan diprioritaskan untuk mendukung layanan di fasilitas kesehatan, pendidikan, serta fasilitas publik lain di wilayah dengan keterbatasan akses internet. Program hibah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalteng memperluas konektivitas digital di daerah pedalaman.
“Rapat koordinasi ini bertujuan menyamakan persepsi terkait mekanisme distribusi dan pelatihan penggunaan perangkat hibah Starlink. Perangkat ini merupakan usulan pemerintah kabupaten dan kota untuk mendukung layanan di fasilitas kesehatan, pendidikan, dan fasilitas publik lainnya,” katanya di Palangka Raya, Jumat (24/7/2026).
Menurut Adiah, program hibah Starlink merupakan implementasi program prioritas Gubernur Kalimantan Tengah untuk meningkatkan akses telekomunikasi di wilayah pedalaman. Luasnya wilayah Kalteng menyebabkan masih ada sejumlah daerah yang belum terlayani jaringan internet maupun sinyal secara optimal.
“Program ini bagian dari prioritas Bapak Gubernur untuk memperluas akses sinyal dan internet di daerah pedalaman. Harapan kita, ke depan tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mengakses internet hanya karena berada di wilayah terpencil,” jelasnya.
Adiah mengingatkan, Starlink tidak dapat menggantikan kebutuhan pembangunan infrastruktur telekomunikasi secara permanen. Oleh karena itu, pemerintah kabupaten dan kota diminta aktif mengusulkan pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) kepada pemerintah pusat.
“Pembangunan infrastruktur telekomunikasi adalah solusi jangka panjang untuk menghapus wilayah blank spot di Kalimantan Tengah. Sementara Starlink hanya berfungsi sebagai jembatan agar layanan publik tetap berjalan di daerah yang belum memiliki akses jaringan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalteng akan terus mengawal usulan pembangunan menara telekomunikasi dari kabupaten dan kota.
“Kami berharap pemkab dan pemkot terus mengusulkan pembangunan menara telekomunikasi. Pemerintah provinsi akan mengawal usulan tersebut agar ke depan tidak ada lagi wilayah di Kalimantan Tengah yang mengalami blank spot telekomunikasi,” tandasnya. (*/Fay)


