<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabar Daerah - Kantamedia.com</title>
	<atom:link href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/</link>
	<description>Pencerah Informasi, Pemantik Inspirasi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Oct 2026 16:47:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://www.kantamedia.com/wp-content/uploads/2025/05/cropped-kantamedia-kalteng-32x32.webp</url>
	<title>Kabar Daerah - Kantamedia.com</title>
	<link>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>TMMD Kodim 1016/Plk Bangun Pondasi Tandon Air di Bukit Tunggal</title>
		<link>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/tmmd-kodim-1016-plk-bangun-pondasi-tandon-air-di-bukit-tunggal/</link>
					<comments>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/tmmd-kodim-1016-plk-bangun-pondasi-tandon-air-di-bukit-tunggal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferry]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2026 14:15:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palangka Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Bangun Pondasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bukit Tunggal]]></category>
		<category><![CDATA[Tandon Air]]></category>
		<category><![CDATA[TMMD Kodim 1016/Plk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kantamedia.com/?p=84252</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palangka Raya, Kantamedia. com &#8211; Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1016/Palangka Raya mengerjakan pembangunan pondasi tandon air, Jumat (30/10/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pengerjaan sasaran fisik guna menunjang fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) bagi warga di Jalan Victoria, Kelurahan Bukit Tunggal, Kota Palangka Raya. Pembangunan pondasi tandon air ini menjadi bagian [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/tmmd-kodim-1016-plk-bangun-pondasi-tandon-air-di-bukit-tunggal/">TMMD Kodim 1016/Plk Bangun Pondasi Tandon Air di Bukit Tunggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Palangka Raya, Kantamedia. com &#8211;</strong> Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1016/Palangka Raya mengerjakan pembangunan pondasi tandon air, Jumat (30/10/2026).</p>
<p>Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pengerjaan sasaran fisik guna menunjang fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) bagi warga di Jalan Victoria, Kelurahan Bukit Tunggal, Kota Palangka Raya.</p>
<p>Pembangunan pondasi tandon air ini menjadi bagian penting dalam mendukung ketersediaan air pada fasilitas MCK, sehingga nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga sekitar.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, personel Satgas TMMD Kodim 1016/Plk bekerja dengan penuh semangat dan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan, agar fasilitas yang dibangun dapat digunakan dalam jangka panjang dan tidak mudah rusak.</p>
<p>Diharapkan keberadaan fasilitas MCK tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sanitasi masyarakat, sekaligus meningkatkan kebersihan dan kenyamanan lingkungan.</p>
<p>Dengan tersedianya sarana ini, warga diharapkan dapat menikmati fasilitas sanitasi yang lebih layak serta mendukung penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan tempat tinggal. (*/Fay)</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/tmmd-kodim-1016-plk-bangun-pondasi-tandon-air-di-bukit-tunggal/">TMMD Kodim 1016/Plk Bangun Pondasi Tandon Air di Bukit Tunggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/tmmd-kodim-1016-plk-bangun-pondasi-tandon-air-di-bukit-tunggal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kapolda Kalteng dan Bhayangkari Tanam 1.000 Pohon Belangiran</title>
		<link>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/pulang-pisau/kapolda-kalteng-dan-bhayangkari-tanam-1-000-pohon-belangiran/</link>
					<comments>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/pulang-pisau/kapolda-kalteng-dan-bhayangkari-tanam-1-000-pohon-belangiran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[David]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2026 13:45:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pulang Pisau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kantamedia.com/?p=84259</guid>

					<description><![CDATA[<p>PULANG PISAU, kantamedia.com – Polda Kalimantan Tengah memperkuat upaya pemulihan lingkungan pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penanaman 1.000 bibit pohon belangiran di kawasan Kanal Aksio, Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (30/10/2026). Kegiatan penghijauan tersebut dipimpin langsung Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Ketua Bhayangkari Kalteng Ny. Maya Iwan. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/pulang-pisau/kapolda-kalteng-dan-bhayangkari-tanam-1-000-pohon-belangiran/">Kapolda Kalteng dan Bhayangkari Tanam 1.000 Pohon Belangiran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PULANG PISAU, kantamedia.com</strong> – Polda Kalimantan Tengah memperkuat upaya pemulihan lingkungan pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penanaman 1.000 bibit pohon belangiran di kawasan Kanal Aksio, Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (30/10/2026).</p>
<p>Kegiatan penghijauan tersebut dipimpin langsung Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Ketua Bhayangkari Kalteng Ny. Maya Iwan. Turut hadir Wakapolda, pejabat utama Polda Kalteng, Kapolres Pulang Pisau, unsur Forkopimda, personel kepolisian, serta anggota Bhayangkari.</p>
<p>Penanaman ini merupakan bagian dari program <em>Green Policing</em> atau kepolisian yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. Kawasan Kanal Aksio dipilih karena berada di wilayah lahan gambut yang menjadi salah satu prioritas penanganan karhutla, tepatnya di kawasan Kilometer 35–42 Jalan Trans Kalimantan Palangka Raya–Banjarmasin.</p>
<p>Sebelumnya, kawasan tersebut menjadi lokasi normalisasi dan pembangunan Kanal Medson sepanjang lima kilometer untuk mendukung pembasahan lahan gambut. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga kelembapan gambut dan mencegah api kembali menyala di bawah permukaan tanah.</p>
<p>Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, penanaman pohon belangiran merupakan bentuk kontribusi Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan, selain menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.</p>
<p>“Ini adalah warisan untuk anak cucu kita. Melalui Green Policing di Kanal Aksio ini, kita pulihkan lahan bekas terbakar menuju hutan kembali,” ujar Iwan.</p>
<p>Menurutnya, belangiran dipilih karena merupakan pohon endemik Kalimantan yang memiliki nilai ekologis. Tanaman tersebut dinilai mampu menyimpan air, memiliki akar yang kuat untuk membantu menjaga struktur gambut, serta mendukung pemulihan kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran.</p>
<p>Aksi penghijauan di Tumbang Nusa ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang dilaksanakan Polda Kalteng bersama Balai Taman Nasional Sebangau dan Dinas Kehutanan di Jalan Tjilik Riwut Kilometer 23, Kelurahan Marang, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Jumat (23/10/2026). Dalam kegiatan sebelumnya, sebanyak 500 bibit belangiran ditanam di lahan bekas karhutla.</p>
<p>“Kalau dulu kita padamkan apinya, sekarang kita hijaukan kembali lahannya. Ini komitmen jangka panjang. Aksi pemulihan lingkungan ini tidak berhenti di satu lokasi saja, melainkan akan terus berlanjut di seluruh wilayah Kalimantan Tengah melalui jajaran Polres,” tegasnya.</p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, Polda Kalteng menargetkan pemulihan lahan bekas karhutla dapat dilakukan secara berkelanjutan. Pelibatan jajaran kepolisian di berbagai daerah juga diharapkan memperluas kegiatan penghijauan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian ekosistem gambut di Kalimantan Tengah. <strong>(daw)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/pulang-pisau/kapolda-kalteng-dan-bhayangkari-tanam-1-000-pohon-belangiran/">Kapolda Kalteng dan Bhayangkari Tanam 1.000 Pohon Belangiran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/pulang-pisau/kapolda-kalteng-dan-bhayangkari-tanam-1-000-pohon-belangiran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PTM Kembali, Orang Tua Lega Siswa Semangat Lagi</title>
		<link>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/ptm-kembali-orang-tua-lega-siswa-semangat-lagi/</link>
					<comments>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/ptm-kembali-orang-tua-lega-siswa-semangat-lagi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferry]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2026 09:38:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palangka Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Orang Tua Lega]]></category>
		<category><![CDATA[PTM Kembali]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa Semangat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kantamedia.com/?p=84243</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palangka Raya, Kantamedia.com &#8211; Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah kembali bergulir di Kota Palangka Raya. Kembalinya aktivitas belajar di kelas ini disambut gembira oleh pelajar dan orang tua, setelah selama empat bulan terakhir siswa terpaksa menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disertai kabut asap tebal. Selama masa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/ptm-kembali-orang-tua-lega-siswa-semangat-lagi/">PTM Kembali, Orang Tua Lega Siswa Semangat Lagi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Palangka Raya, Kantamedia.com &#8211;</strong> Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah kembali bergulir di Kota Palangka Raya. Kembalinya aktivitas belajar di kelas ini disambut gembira oleh pelajar dan orang tua, setelah selama empat bulan terakhir siswa terpaksa menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disertai kabut asap tebal.</p>
<p>Selama masa PJJ, proses belajar dilakukan dari rumah untuk melindungi kesehatan anak dari paparan asap. Seiring membaiknya kualitas udara, sekolah-sekolah kini kembali membuka pembelajaran langsung di kelas.</p>
<p>Salah satu orang tua siswa, Yulia, mengaku lega anaknya bisa kembali belajar di sekolah. Menurutnya, PTM jauh lebih efektif dibanding PJJ.</p>
<p>&#8220;Dengan PTM, pembelajaran lebih efektif dan disiplin karena ada interaksi langsung dengan guru di sekolah,&#8221; ujar Yulia, Jumat (30/10/2026) di Palangka Raya.</p>
<p>Ia mengaku sangat bersyukur PTM kembali berjalan. Selama PJJ, anaknya mulai jenuh dan kurang fokus belajar di rumah.<br />
&#8220;Tentu sangat senang dan lega. Akhirnya anak bisa kembali ke sekolah bertemu guru dan teman-temannya. Selama empat bulan PJJ kemarin, jujur anak mulai jenuh di rumah,&#8221; katanya.</p>
<p>Yulia menceritakan, mendampingi anak selama PJJ bukan hal mudah. Ia harus membagi waktu antara pekerjaan dan tanggung jawab mendampingi anak belajar.</p>
<p>&#8220;Kendalanya banyak, terutama membagi waktu. Saya harus bekerja, tapi di sisi lain harus mendampingi anak yang kadang kesulitan memahami materi lewat HP. Sinyal juga kadang tidak stabil, dan anak jadi kurang fokus kalau belajar dari rumah,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Setelah kembali PTM, ia melihat perubahan signifikan pada semangat belajar anaknya. Interaksi langsung dengan guru dan teman sebaya membuat anak lebih antusias.</p>
<p>&#8220;Jelas ada perubahan. Semangatnya naik lagi karena ada interaksi langsung dengan guru maupun sesama murid. Kalau di sekolah kan dia bisa langsung bertanya ke guru, diskusi dengan teman. Pemahaman materinya juga jauh lebih baik dibanding saat PJJ,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Meski demikian, Yulia berharap pemerintah dan pihak sekolah tidak lengah. Ia meminta kesehatan dan keselamatan anak tetap menjadi prioritas agar kegiatan belajar tidak kembali terganggu kabut asap.</p>
<p>&#8220;Harapan saya, pemerintah lebih serius menangani karhutla agar kabut asap tidak terulang setiap tahun. Untuk sekolah, tolong tetap siapkan masker, UKS yang siaga, dan pemantauan kualitas udara. Jangan sampai anak-anak kembali harus PJJ dalam waktu lama,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Lebih dari itu Yulia berharap, dengan kembali bergulirnya PTM, maka proses pembelajaran dapat berjalan lebih optimal dan tumbuh kembang anak tidak lagi terhambat oleh bencana kabut asap. (*/Fay)</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/ptm-kembali-orang-tua-lega-siswa-semangat-lagi/">PTM Kembali, Orang Tua Lega Siswa Semangat Lagi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/ptm-kembali-orang-tua-lega-siswa-semangat-lagi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BPBD Palangka Raya Masih Tangani Titik Asap, Waspadai Potensi Banjir</title>
		<link>https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/bpbd-palangka-raya-masih-tangani-titik-asap-waspadai-potensi-banjir/</link>
					<comments>https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/bpbd-palangka-raya-masih-tangani-titik-asap-waspadai-potensi-banjir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[David]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2026 13:43:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palangka Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemko Palangka Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kantamedia.com/?p=84176</guid>

					<description><![CDATA[<p>PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Meski beberapa hari terakhir diguyur hujan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya masih berlanjut. Sejumlah lokasi masih ditemukan mengeluarkan asap dan berpotensi memunculkan kembali api apabila proses pembasahan belum tuntas. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Pauzi, menyampaikan hal tersebut usai mengikuti rapat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/bpbd-palangka-raya-masih-tangani-titik-asap-waspadai-potensi-banjir/">BPBD Palangka Raya Masih Tangani Titik Asap, Waspadai Potensi Banjir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PALANGKA RAYA, kantamedia.com</strong> – Meski beberapa hari terakhir diguyur hujan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya masih berlanjut. Sejumlah lokasi masih ditemukan mengeluarkan asap dan berpotensi memunculkan kembali api apabila proses pembasahan belum tuntas.</p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Pauzi, menyampaikan hal tersebut usai mengikuti rapat koordinasi pemantauan penanganan karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (29/10/2026). Ia menjelaskan, tim satuan tugas masih melakukan pembasahan di lokasi yang menjadi sumber asap agar kebakaran dapat dituntaskan.</p>
<p>“Tim satgas sendiri saat ini masih melakukan upaya-upaya pembasahan di lokasi-lokasi yang masih terdapat sumber asap dan kita berupaya menuntaskan itu supaya asap ini betul-betul hilang dari wilayah Kota Palangka Raya,” ujar Heri.</p>
<p>Menurutnya, hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir sebagian berkaitan dengan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pemerintah daerah berharap hujan juga turun secara alami dan berkelanjutan sehingga membantu proses pemadaman, khususnya di kawasan yang masih menyimpan sumber panas.</p>
<p>Heri mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima, sejumlah titik masih berpotensi menyala kembali karena pembasahan belum tuntas. Ketika angin bertiup, api yang tersisa dapat kembali muncul dan menghasilkan asap.</p>
<p>“Ketika ada angin, apinya bisa berpotensi muncul kembali,” katanya.</p>
<p>Salah satu lokasi yang masih menjadi perhatian berada di Kelurahan Kameloh Baru, Kecamatan Sebangau. Heri menyebut tim di lapangan masih melakukan penanganan di kawasan tersebut untuk menuntaskan sumber asap yang tersisa.</p>
<p>Selain melanjutkan penanganan karhutla, BPBD juga mulai memperhatikan potensi bencana lain menjelang berakhirnya status tanggap darurat yang disebut berlaku hingga 7 November 2026. Setelah periode tersebut, pemerintah akan mempertimbangkan masa transisi untuk memulihkan kondisi masyarakat agar kembali normal.</p>
<p>Heri mengatakan, pihaknya tetap bersiaga menghadapi kemungkinan banjir, terutama karena Kota Palangka Raya dapat terdampak kiriman air dari wilayah hulu, termasuk Kabupaten Gunung Mas.</p>
<p>“Untuk banjir, tentu kita dari BPBD selalu siaga dan melakukan pemantauan karena kita juga melihat laporan dari teman-teman kita yang ada di wilayah hulu,” jelasnya.</p>
<p>Upaya antisipasi dilakukan melalui patroli dan pengawasan di kawasan rawan banjir, khususnya permukiman di sepanjang bantaran sungai. BPBD juga memantau intensitas hujan di wilayah hulu sebagai salah satu indikator untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayah hilir.</p>
<p>Jika curah hujan di wilayah hulu meningkat, pengawasan di Palangka Raya akan diperkuat untuk mengantisipasi potensi kenaikan debit air. Heri menyatakan BPBD berupaya memastikan kesiapsiagaan tetap terjaga selama masa peralihan penanganan bencana, baik terhadap sisa dampak karhutla maupun potensi banjir.<strong> (daw)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/bpbd-palangka-raya-masih-tangani-titik-asap-waspadai-potensi-banjir/">BPBD Palangka Raya Masih Tangani Titik Asap, Waspadai Potensi Banjir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/bpbd-palangka-raya-masih-tangani-titik-asap-waspadai-potensi-banjir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PTSL Kalteng Lampaui Target</title>
		<link>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/ptsl-kalteng-lampaui-target/</link>
					<comments>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/ptsl-kalteng-lampaui-target/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferry]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2026 12:15:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palangka Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Lampaui Target]]></category>
		<category><![CDATA[PTSL Kalteng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kantamedia.com/?p=84168</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palangka Raya, Kantamedia.com- Kepastian hukum atas tanah masih menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. Sertifikat tidak hanya sebagai bukti kepemilikan, tetapi juga pelindung hukum atas aset warga. Untuk memperluas akses tersebut, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kalimantan Tengah terus mendorong percepatan pendaftaran tanah lewat program strategis. Hingga 27 Oktober 2026, realisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/ptsl-kalteng-lampaui-target/">PTSL Kalteng Lampaui Target</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Palangka Raya, Kantamedia.com-</strong> Kepastian hukum atas tanah masih menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. Sertifikat tidak hanya sebagai bukti kepemilikan, tetapi juga pelindung hukum atas aset warga. Untuk memperluas akses tersebut, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kalimantan Tengah terus mendorong percepatan pendaftaran tanah lewat program strategis.</p>
<p>Hingga 27 Oktober 2026, realisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kalteng mencapai 20.443 bidang atau 100,6 persen dari target tahun ini sebanyak 20.319 bidang.</p>
<p>Capaian tersebut dipaparkan dalam Sosialisasi Program Strategis Kementerian ATR/BPN bersama Komisi II DPR RI di Palangka Raya, Rabu (28/10/2026).</p>
<p>Kegiatan itu dihadiri Anggota Komisi II DPR RI, H. Iwan Kurniawan, S.H, M.Si, bersama tenaga ahlinya Muthia Annisa Elvira dan Sari Annisa. Sebanyak 75 peserta dari perangkat desa dan masyarakat umum di Kota Palangka Raya turut mengikuti sosialisasi.</p>
<p>Kepala Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran Kanwil BPN Kalteng, Jhonsen Ginting, yang mewakili Kepala Kanwil BPN Kalteng Fitriyani Hasibuan, mengatakan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman publik terhadap program strategis ATR/BPN.</p>
<p>Menurut Jhonsen, salah satu program yang menjadi fokus pemerintah adalah Reforma Agraria. Program tersebut mencakup penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Reforma Agraria dijalankan melalui dua pendekatan utama, yakni penataan aset dan penataan akses. Penataan aset dilakukan melalui redistribusi tanah dan legalisasi aset, termasuk PTSL. Sementara penataan akses diarahkan untuk membuka peluang bagi masyarakat agar tanahnya bisa dimanfaatkan lebih produktif.</p>
<p>Di Kalteng, sertifikasi tanah melalui redistribusi telah mencapai 150 bidang hingga 27 Oktober 2026. BPN memproyeksikan realisasinya meningkat menjadi 286 bidang pada akhir tahun, dengan mempertimbangkan potensi yang telah terbit Hak Pengelolaan Badan Bank Tanah.</p>
<p>Secara keseluruhan, jumlah bidang tanah yang telah terdaftar di Kalteng mencapai sekitar 1,26 juta bidang. Angka itu setara 67,40 persen dari estimasi total 1,86 juta bidang tanah di provinsi tersebut.</p>
<p>Artinya, masih ada sekitar 32 persen bidang tanah yang belum terdaftar. Kondisi ini menjadi tantangan dalam upaya memperluas kepastian hukum kepemilikan tanah di Kalteng.</p>
<p>Kementerian ATR/BPN sendiri menargetkan seluruh bidang tanah di Indonesia terdaftar secara bertahap pada periode 2025-2029. Pendaftaran ini diharapkan mampu mengurangi sengketa kepemilikan, memperkuat perlindungan hukum, dan mewujudkan tertib administrasi pertanahan.</p>
<p>Selain memperluas pendaftaran, BPN juga mendorong transformasi digital untuk menyederhanakan layanan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memudahkan masyarakat mengakses informasi pertanahan.</p>
<p>Salah satu fasilitas yang tersedia adalah aplikasi Sentuh Tanahku. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengakses informasi pertanahan, memantau status berkas, mendaftar antrean daring, serta mengetahui syarat dan tarif layanan.</p>
<p>BPN juga menyediakan BHUMI ATR/BPN, portal peta interaktif yang menyajikan informasi spasial pertanahan, termasuk bidang tanah yang telah terdaftar.</p>
<p>Di Kalteng, layanan elektronik telah diterapkan di 14 Kantor Pertanahan kabupaten/kota. Layanan tersebut meliputi pendaftaran Hak Tanggungan Elektronik, roya elektronik, pengecekan sertifikat elektronik, penerbitan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah elektronik, hingga peralihan hak secara elektronik.</p>
<p>Digitalisasi diharapkan mampu memangkas tahapan administrasi, mengurangi dokumen fisik, dan meningkatkan transparansi. Namun, kemudahan itu perlu diiringi sosialisasi yang memadai agar masyarakat yang belum terbiasa dengan layanan digital tetap bisa mengakses pelayanan.</p>
<p>Kementerian ATR/BPN juga memperkenalkan dua inovasi baru, yakni Layanan Pengukuran Terjadwal dan Layanan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari.</p>
<p>Layanan Pengukuran Terjadwal mulai diterapkan serentak pada 3 Agustus 2026 di 400 Kantor Pertanahan di Indonesia, termasuk 14 Kantah di Kalteng. Inovasi ini ditujukan untuk memberi kepastian waktu dan transparansi pengukuran sejak permohonan diajukan.</p>
<p>Sementara itu, Layanan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari dirancang untuk memperjelas jangka waktu pengurusan balik nama atau peralihan hak melalui penataan alur kerja lintas instansi.</p>
<p>Berdasarkan skema BPN, prosesnya terdiri dari verifikasi BPHTB oleh pemerintah daerah selama tiga hari, pembuatan Akta Jual Beli oleh PPAT selama dua hari, serta penyelesaian di Kantor Pertanahan paling lama lima hari.</p>
<p>Jangka waktu di Kantah berlaku setelah pemohon melengkapi seluruh persyaratan dan menyelesaikan kewajiban pembayaran.</p>
<p>Di Kalteng, layanan ini mulai diterapkan di Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya pada 10 Oktober 2026 dan akan diperluas bertahap ke kabupaten lain.</p>
<p>Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Jhonsen berharap dukungan Komisi II DPR RI terhadap pelaksanaan program strategis ATR/BPN, khususnya percepatan legalisasi aset yang ditargetkan tuntas 2029. Dukungan DPR dinilai penting dalam fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.</p>
<p>Dengan capaian PTSL yang telah melampaui target tahunan, pekerjaan rumah BPN Kalteng masih besar untuk memperluas cakupan pendaftaran tanah. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah sertifikat yang terbit, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memperoleh kepastian hukum, kemudahan pelayanan, dan perlindungan atas hak tanah mereka. (*/Fay)</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/ptsl-kalteng-lampaui-target/">PTSL Kalteng Lampaui Target</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/ptsl-kalteng-lampaui-target/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hujan Turun, Hotspot dan Kabut Asap di Barsel Hilang</title>
		<link>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/barito-selatan/hujan-turun-hotspot-dan-kabut-asap-di-barsel-hilang/</link>
					<comments>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/barito-selatan/hujan-turun-hotspot-dan-kabut-asap-di-barsel-hilang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferry]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2026 12:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Barito Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kantamedia.com/?p=84163</guid>

					<description><![CDATA[<p>Buntok, Kantamedia.com – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) dalam dua hari terakhir, secara signifikan juga “menyapu” kabut asap yang selama ini menyelimuti Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus. Pasalnya, hujan dengan intensitas sedang hingga deras tersebut membuat hotspot atau titik panas serta lokasi-lokasi yang menyisakan titik api pun padam. “Sudah tiga hari ini, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/barito-selatan/hujan-turun-hotspot-dan-kabut-asap-di-barsel-hilang/">Hujan Turun, Hotspot dan Kabut Asap di Barsel Hilang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Buntok, Kantamedia.com –</strong> Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) dalam dua hari terakhir, secara signifikan juga “menyapu” kabut asap yang selama ini menyelimuti Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus.</p>
<p>Pasalnya, hujan dengan intensitas sedang hingga deras tersebut membuat hotspot atau titik panas serta lokasi-lokasi yang menyisakan titik api pun padam.</p>
<p>“Sudah tiga hari ini, titik panas atau hotspot di wilayah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) terpantau nihil,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Edi Darmadi, Kamis (29/10/2026).</p>
<p>Demikian juga dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), lanjut Edi, juga mengalami penurunan signifikan.</p>
<p>“Sudah hamper dua bulan ini ISPU kita di Barsel setiap hari selalu berada pada level Berbahaya atau jauh melebihi standar maksimal. Namun dalam tiga hari ini, ISPU mengalami penurunan, meskipun masih berada pada level Tidak Sehat,” bebernya.</p>
<p>Meski titik panas maupun titik api tidak lagi terpantau, lanjut Edi, pihaknya setiap hari terus melakukan patrol ke lokasi atau titik-titik rawan terjadinya Karhutla, termasuk lokasi yang pernah terbakar.</p>
<p>“Patroli ini sangat penting untuk mengantisipasi segera jika ada titik api baru,” ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut Edi juga mengimbau semua pihak agar turut bersama-sama menjaga kondisi yang semakin kondusif dengan tidak melakukan pembakaran lahan atau hal-hal yang berpotensi menyebabkan kebakaran.</p>
<p>“Kita semua tentu berharap agar semuanya bisa Kembali berjalan normal, tidak ada lagi Karhutla dan kabut asap. Karena itu, perlu kesadaran bersama untuk menjaga,” ujarnya. (pri)</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/barito-selatan/hujan-turun-hotspot-dan-kabut-asap-di-barsel-hilang/">Hujan Turun, Hotspot dan Kabut Asap di Barsel Hilang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/barito-selatan/hujan-turun-hotspot-dan-kabut-asap-di-barsel-hilang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polda Kalteng Kerahkan 16 Drone untuk Patroli Karhutla</title>
		<link>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/polda-kalteng-kerahkan-16-drone-untuk-patroli-karhutla/</link>
					<comments>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/polda-kalteng-kerahkan-16-drone-untuk-patroli-karhutla/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[David]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2026 14:19:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palangka Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kantamedia.com/?p=84092</guid>

					<description><![CDATA[<p>PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Polda Kalimantan Tengah mengerahkan 16 unit pesawat tanpa awak atau drone untuk memperkuat patroli udara dan mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Teknologi tersebut akan ditempatkan di sejumlah kawasan rawan kebakaran untuk mendukung deteksi dini, pemantauan titik api, serta penindakan terhadap pelaku pembakaran lahan. Peluncuran tim patroli udara tersebut dilakukan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/polda-kalteng-kerahkan-16-drone-untuk-patroli-karhutla/">Polda Kalteng Kerahkan 16 Drone untuk Patroli Karhutla</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PALANGKA RAYA, kantamedia.com</strong> – Polda Kalimantan Tengah mengerahkan 16 unit pesawat tanpa awak atau drone untuk memperkuat patroli udara dan mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Teknologi tersebut akan ditempatkan di sejumlah kawasan rawan kebakaran untuk mendukung deteksi dini, pemantauan titik api, serta penindakan terhadap pelaku pembakaran lahan.</p>
<p>Peluncuran tim patroli udara tersebut dilakukan di depan lobi Mapolda Kalteng, Rabu (28/10/2026). Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Hendra Wirawan mengatakan, pemanfaatan drone merupakan terobosan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan dengan mengonsolidasikan unit drone dari satuan kerja Polda dan Polres jajaran.</p>
<p>“Pemanfaatan teknologi ini dinilai sangat efektif untuk mempercepat penanganan karhutla. Kita memanfaatkan teknologi ini dalam membantu pelaksanaan tugas untuk menghasilkan tindakan nyata dan manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujar Hendra dalam keterangan resminya.</p>
<p>Ia menegaskan, penggunaan teknologi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat deteksi dini sekaligus mempercepat respons terhadap kebakaran. Polda Kalteng juga meminta jajarannya mengoptimalkan patroli berlapis, baik melalui pemantauan udara menggunakan drone maupun patroli darat dengan sepeda motor dan mobil.</p>
<p>Hendra turut memperingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, termasuk ketika cuaca mulai cerah setelah hujan. Menurutnya, patroli akan terus disiagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru di wilayah yang sebelumnya telah mengalami penurunan kebakaran.</p>
<p>“Untuk para oknum pembakar lahan agar hati-hati karena patroli kita akan selalu siaga. Siapapun yang berniat tidak baik akan kita tangkap, kita proses,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Dirsamapta Polda Kalteng Kombes Pol Viddy Dasmasela, didampingi Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat, menjelaskan bahwa patroli drone juga diarahkan untuk mendukung pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat serta penegakan hukum selama penanganan karhutla.</p>
<p>Sebanyak 16 unit drone akan disebar ke sejumlah titik rawan, dengan fokus pemantauan di kawasan Manduhara, jalur lingkar luar Mahir Mahar, hingga Jalan Trans Kalimantan Kilometer 38.</p>
<p>Menurut Viddy, teknologi tersebut dapat membantu petugas mengidentifikasi koordinat titik api, merekam aktivitas di lokasi, serta meneruskan informasi kepada tim satuan tugas darat agar pemadaman dapat segera dilakukan. Rekaman yang diperoleh juga berpotensi menjadi barang bukti dalam proses penegakan hukum apabila ditemukan dugaan tindak pidana pembakaran lahan.</p>
<p>“Dengan drone, kita bisa mendeteksi titik koordinat api hingga merekam siapa yang membakar. Rekaman tersebut bisa menjadi barang bukti bahwa ada pelaku pembakar lahan dan bisa dipidanakan. Selain itu kita bisa segera menginformasikan ke Tim Satgas Darat untuk melakukan pemadaman,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, keberhasilan patroli udara tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan atau penggunaan teknologi, tetapi juga dari kecepatan respons petugas, efektivitas penanganan kebakaran, dan kemampuan mengurangi dampak karhutla.</p>
<p>Melalui pengerahan drone dan patroli darat, Polda Kalteng berharap pengawasan kawasan rawan semakin optimal, kemunculan titik api baru dapat dicegah, serta dampak kebakaran terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat dapat ditekan.<strong> (daw)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/polda-kalteng-kerahkan-16-drone-untuk-patroli-karhutla/">Polda Kalteng Kerahkan 16 Drone untuk Patroli Karhutla</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/polda-kalteng-kerahkan-16-drone-untuk-patroli-karhutla/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Operasi Patuh Telabang, Polisi Juga Diperiksa</title>
		<link>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/operasi-patuh-telabang-polisi-juga-diperiksa/</link>
					<comments>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/operasi-patuh-telabang-polisi-juga-diperiksa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[David]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2026 13:15:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palangka Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kantamedia.com/?p=84089</guid>

					<description><![CDATA[<p>PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Tengah bersama Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) menggelar Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) terhadap personel di lingkungan Mapolda Kalteng, Rabu (28/10/2026). Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan Operasi Patuh Telabang 2026. Kegiatan ini menyasar kelengkapan administrasi berkendara personel kepolisian, meliputi kepemilikan dan masa berlaku [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/operasi-patuh-telabang-polisi-juga-diperiksa/">Operasi Patuh Telabang, Polisi Juga Diperiksa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PALANGKA RAYA, kantamedia.com</strong> – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Tengah bersama Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) menggelar Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) terhadap personel di lingkungan Mapolda Kalteng, Rabu (28/10/2026). Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan Operasi Patuh Telabang 2026.</p>
<p>Kegiatan ini menyasar kelengkapan administrasi berkendara personel kepolisian, meliputi kepemilikan dan masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM), serta kesesuaian data kepemilikan kendaraan bermotor. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan setiap anggota Polri mematuhi ketentuan lalu lintas yang berlaku.</p>
<p>Dirlantas Polda Kalteng Kombes Pol Yusep Dwi Prastiya melalui Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Kalteng AKBP Suwarno mengatakan, penertiban internal merupakan bagian dari upaya membangun kedisiplinan anggota sekaligus memastikan polisi memberikan teladan kepada masyarakat dalam berlalu lintas.</p>
<p>“Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Telabang 2026, anggota Polri juga harus menjadi contoh dalam berlalu lintas. Kepemilikan SIM yang sah, kelengkapan administrasi kendaraan, serta kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas merupakan hal yang wajib diperhatikan oleh setiap personel. Jangan sampai kita mengimbau masyarakat untuk tertib, tetapi kita sendiri tidak memberikan teladan,” ujar Suwarno.</p>
<p>Menurutnya, ketertiban berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari diri sendiri, termasuk oleh anggota kepolisian sebagai aparat penegak hukum. Karena itu, pengawasan terhadap personel menjadi bagian dari upaya memperkuat disiplin internal selama operasi berlangsung.</p>
<p>Pelaksanaan Gaktibplin tersebut juga menegaskan bahwa Operasi Patuh Telabang tidak hanya ditujukan kepada masyarakat pengguna jalan, tetapi turut menjadi momentum evaluasi kepatuhan personel Polri terhadap aturan berkendara.</p>
<p>Melalui sinergi Ditlantas dan Bidpropam Polda Kalteng, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran anggota untuk melengkapi dokumen berkendara, memastikan kendaraan memenuhi ketentuan, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas.</p>
<p>Polda Kalteng juga mengimbau masyarakat agar senantiasa mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas diharapkan dapat memperkuat budaya berkendara yang aman, tertib, dan berkeselamatan di wilayah Kalimantan Tengah. <strong>(daw)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/operasi-patuh-telabang-polisi-juga-diperiksa/">Operasi Patuh Telabang, Polisi Juga Diperiksa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/operasi-patuh-telabang-polisi-juga-diperiksa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Universitas Palangka Raya Gelar Upacara Sumpah Pemuda ke-98</title>
		<link>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/universitas-palangka-raya-gelar-upacara-sumpah-pemuda-ke-98/</link>
					<comments>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/universitas-palangka-raya-gelar-upacara-sumpah-pemuda-ke-98/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferry]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2026 07:24:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palangka Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Gelar Upacara]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Pemuda ke-98]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Palangka Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kantamedia.com/?p=84065</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palangka Raya, Kantamedia.com – Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 bertempat di Aula Rahan Lantai II Rektorat UPR, Rabu (28/10/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh pimpinan universitas dan unit kerja, para dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa UPR. Rektor Universitas Palangka Raya, Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/universitas-palangka-raya-gelar-upacara-sumpah-pemuda-ke-98/">Universitas Palangka Raya Gelar Upacara Sumpah Pemuda ke-98</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Palangka Raya, Kantamedia.com –</strong> Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 bertempat di Aula Rahan Lantai II Rektorat UPR, Rabu (28/10/2026).</p>
<p>Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh pimpinan universitas dan unit kerja, para dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa UPR.</p>
<p>Rektor Universitas Palangka Raya, Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D., bertindak sebagai Pembina Upacara. Dalam amanatnya, Rektor membacakan Sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.</p>
<p>Dalam sambutan tersebut disampaikan, kemajuan sejati bangsa dimulai dari manusia, dari karakter, dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama.</p>
<p>&#8220;Karena itu, kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati,&#8221; demikian petikan sambutan Menpora RI yang dibacakan Rektor.</p>
<p>Dijelaskan, patriotik berarti mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pengabdian dan tindakan nyata. Gigih berarti tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan, tidak runtuh ketika mengalami kegagalan, dan tidak berhenti berjuang sebelum memberikan yang terbaik bagi bangsa.</p>
<p>Sementara berempati berarti tidak hanya memikirkan keberhasilan diri sendiri, tetapi juga merasakan kesulitan saudara sebangsa, tidak berpaling ketika melihat rakyat membutuhkan pertolongan.</p>
<p>&#8220;Sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,&#8221; tegasnya.</p>
<p style="padding-left: 40px;"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-84067" src="https://www.kantamedia.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261028-WA0047.jpg" alt="Img 20261028 Wa0047" width="1024" height="879" />Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, Universitas Palangka Raya berkomitmen untuk terus memfasilitasi kreativitas, inovasi, dan kepemimpinan mahasiswa agar siap menjadi motor penggerak pembangunan nasional menuju visi besar Indonesia Emas 2045.</p>
<p>&#8220;Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui, masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama. Salam Pemuda!&#8221; tutupnya. (*/Fay)</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/universitas-palangka-raya-gelar-upacara-sumpah-pemuda-ke-98/">Universitas Palangka Raya Gelar Upacara Sumpah Pemuda ke-98</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/universitas-palangka-raya-gelar-upacara-sumpah-pemuda-ke-98/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rehab Rumah Sambil Mengajar, Satgas TMMD Peduli Pendidikan Anak</title>
		<link>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/rehab-rumah-sambil-mengajar-satgas-tmmd-peduli-pendidikan-anak/</link>
					<comments>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/rehab-rumah-sambil-mengajar-satgas-tmmd-peduli-pendidikan-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yudha]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2026 05:57:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palangka Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Kodim 1016/Plk]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[rehab rumah]]></category>
		<category><![CDATA[TMMD ke-130]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kantamedia.com/?p=84062</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palangka Raya, Kantamedia.com &#8211; Di sela-sela perehaban Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Sugianto di Jalan Victoria, Kelurahan Bukit Tunggal, Kota Palangka Raya, anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1016/Palangka Raya meluangkan waktu untuk membantu mengajari anak pemilik rumah tersebut, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian TNI terhadap pendidikan anak sekaligus [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/rehab-rumah-sambil-mengajar-satgas-tmmd-peduli-pendidikan-anak/">Rehab Rumah Sambil Mengajar, Satgas TMMD Peduli Pendidikan Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Palangka Raya, Kantamedia.com</strong> &#8211; Di sela-sela perehaban Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Sugianto di Jalan Victoria, Kelurahan Bukit Tunggal, Kota Palangka Raya, anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1016/Palangka Raya meluangkan waktu untuk membantu mengajari anak pemilik rumah tersebut, Rabu (28/10/2026).</p>
<p>Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian TNI terhadap pendidikan anak sekaligus dukungan untuk membangun generasi muda yang cerdas dan berprestasi.</p>
<p>Dengan penuh kesabaran, personel Satgas TMMD mendampingi anak Sugianto dalam memahami pelajaran. Pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman materi, menumbuhkan semangat belajar, serta mendorong prestasi anak di sekolah.</p>
<p>Kehadiran anggota Satgas TMMD tidak hanya memberikan manfaat melalui pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan perhatian terhadap pendidikan dan masa depan anak-anak di lingkungan masyarakat.</p>
<p>Melalui kegiatan sederhana tersebut, Satgas TMMD berupaya memberikan motivasi kepada anak-anak agar terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan berani meraih cita-cita.</p>
<p>Hal ini menunjukkan pengabdian TNI melalui program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.</p>
<p>Sugianto menyampaikan terima kasih kepada anggota Satgas TMMD yang telah meluangkan waktu untuk mendampingi dan mengajari anaknya di tengah kesibukan merehabilitasi rumah miliknya.</p>
<p>“Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak Satgas TMMD yang sudah membantu mengajari anak saya. Semoga kebaikan ini menjadi berkah dan bapak-bapak Satgas selalu diberikan kesehatan serta kelancaran dalam melaksanakan tugas,” ungkap Sugianto. (rls/Mhu).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/rehab-rumah-sambil-mengajar-satgas-tmmd-peduli-pendidikan-anak/">Rehab Rumah Sambil Mengajar, Satgas TMMD Peduli Pendidikan Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/rehab-rumah-sambil-mengajar-satgas-tmmd-peduli-pendidikan-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara PLN Jaga Hutan Sekaligus Sejahterakan Warga Sebangau</title>
		<link>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/cara-pln-jaga-hutan-sekaligus-sejahterakan-warga-sebangau/</link>
					<comments>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/cara-pln-jaga-hutan-sekaligus-sejahterakan-warga-sebangau/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferry]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2026 12:21:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palangka Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Cara PLN Jaga Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekaligus Sejahterakan Warga Sebangau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kantamedia.com/?p=84034</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palangka Raya, Kantamedia.com – PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Palangka Raya mengembangkan potensi ekonomi masyarakat berbasis lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa budidaya madu kelulut di Kelurahan Kameloh Baru, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Selasa (27/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Manager UPT PLN Palangka Raya, Eko Prasetyo, menyerahkan langsung [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/cara-pln-jaga-hutan-sekaligus-sejahterakan-warga-sebangau/">Cara PLN Jaga Hutan Sekaligus Sejahterakan Warga Sebangau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Palangka Raya, Kantamedia.com –</strong> PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Palangka Raya mengembangkan potensi ekonomi masyarakat berbasis lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa budidaya madu kelulut di Kelurahan Kameloh Baru, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Selasa (27/10/2026).</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Manager UPT PLN Palangka Raya, Eko Prasetyo, menyerahkan langsung bantuan awal berupa 30 koloni lebah kelulut beserta perlengkapan budidaya kepada kelompok masyarakat setempat yang beranggotakan 15 orang.</p>
<p>Program ini diharapkan menjadi alternatif sumber penghasilan bagi masyarakat sekaligus mendorong kepedulian terhadap kelestarian hutan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).</p>
<p>Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Sebangau Teguh Margiono, Lurah Kameloh Baru Rulissantie, perwakilan Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah Neneng Aryani, SP, serta kelompok budidaya madu kelulut yang juga aktif dalam kegiatan Masyarakat Peduli Api (MPA).</p>
<p>Manager UPT PLN Palangka Raya, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa program TJSL merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar aset PLN, termasuk jaringan transmisi listrik 150 kilovolt (kV) yang melintasi wilayah Kameloh Baru.</p>
<p>Menurutnya, budidaya madu kelulut dipilih dengan mempertimbangkan potensi lingkungan setempat yang memiliki vegetasi sebagai sumber pakan lebah. Melalui pengembangan usaha tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh manfaat ekonomi sekaligus memiliki kepentingan langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan.</p>
<p>“Melalui program ini, kami tidak hanya berfokus pada penanganan karhutla, tetapi juga membantu masyarakat agar bisa bertahan dan berkembang secara ekonomi. Harapannya, kelompok budidaya ini semakin mandiri dan memberikan dampak positif bagi warga sekitar,” ujar Eko.</p>
<p>Ia menambahkan, dukungan PLN tidak hanya berupa bantuan sarana budidaya, tetapi juga mencakup pelatihan, pendampingan, serta dukungan dalam pengurusan perizinan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun pengembangan pemasaran.</p>
<p>Evaluasi program juga akan dilakukan untuk melihat manfaat yang dihasilkan serta menentukan peluang pengembangan usaha ke depan. Dengan demikian, budidaya madu kelulut diharapkan dapat tumbuh menjadi usaha produktif yang berkelanjutan.</p>
<p>Dukungan terhadap program tersebut disampaikan perwakilan Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Neneng Aryani, SP. Ia menilai budidaya madu kelulut sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian hutan.</p>
<p>Menurut Neneng, keberhasilan budidaya madu kelulut sangat bergantung pada ketersediaan vegetasi dan sumber pakan lebah. Karena itu, keberlangsungan usaha tersebut turut mendorong masyarakat untuk menjaga pohon dan lingkungan di sekitarnya.</p>
<p>“Program seperti ini sangat baik karena masyarakat bisa memperoleh manfaat ekonomi dari madu kelulut, sementara hutan di sekitarnya tetap terjaga. Kami berharap kegiatan ini dapat dikembangkan di lebih banyak tempat dan melibatkan kelompok masyarakat lainnya,” ungkapnya.</p>
<p>Ia juga menjelaskan bahwa potensi ekonomi dari lebah tidak hanya berasal dari madu, tetapi juga produk turunan seperti propolis dan serbuk sari atau polen. Namun, pengembangannya memerlukan pengetahuan, pengelolaan, dan pendampingan yang memadai agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.</p>
<p>Sementara itu, Camat Sebangau Teguh Margiono mengapresiasi langkah PLN dalam membantu masyarakat mengembangkan usaha alternatif yang sesuai dengan potensi lingkungan setempat.</p>
<p>Ia mengatakan, kondisi geografis Kameloh Baru yang menghadapi risiko banjir saat musim hujan dan karhutla ketika musim kemarau menjadi tantangan bagi masyarakat, termasuk mereka yang menggantungkan penghasilan pada sektor pertanian.</p>
<p>Menurut Teguh, budidaya madu kelulut berpeluang menjadi usaha produktif yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Ia berharap dukungan serupa juga dapat menjangkau kelurahan lain di Kecamatan Sebangau yang memiliki potensi usaha sejenis.</p>
<p>“Kami berharap bantuan ini bisa berkembang menjadi usaha produktif yang memberikan penghasilan bagi masyarakat. Kami juga berharap kepedulian PLN dapat menjangkau kelurahan lain di Kecamatan Sebangau yang memiliki potensi serupa,” katanya.</p>
<p>Lurah Kameloh Baru, Rulissantie, mengatakan pengembangan budidaya madu kelulut merupakan salah satu upaya mencari sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat yang selama ini banyak bekerja sebagai nelayan tangkap.</p>
<p>Ia menyebutkan, usulan pengembangan usaha tersebut telah disampaikan beberapa tahun sebelumnya dan kini mulai direalisasikan melalui dukungan PLN.</p>
<p>Rulissantie berharap pelatihan dan pendampingan yang diberikan dapat membantu kelompok mengelola budidaya secara berkelanjutan. Dengan begitu, manfaat program tidak hanya dirasakan anggota kelompok, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi bagi warga lainnya.</p>
<p>Ketua kelompok budidaya madu kelulut sekaligus perwakilan MPA Kameloh Baru, Komarudin, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan PLN. Ia mengatakan kelompoknya selama ini aktif melaksanakan patroli dan kegiatan pencegahan karhutla, termasuk membantu menjaga lingkungan serta aset nasional di wilayah setempat.</p>
<p>Komarudin menjelaskan, bantuan 30 koloni lebah kelulut beserta perlengkapan budidaya menjadi modal awal bagi kelompok untuk mengembangkan usaha. Ke depan, koloni yang berhasil dikembangbiakkan diharapkan dapat diperbanyak dan dibagikan kepada anggota agar kegiatan tersebut semakin berkembang.</p>
<p>“Harapan kami, budidaya ini tidak hanya berkembang di kelompok kami, tetapi juga bisa melibatkan masyarakat Kameloh Baru secara keseluruhan. Kami ingin Kameloh Baru dikenal sebagai kampung madu yang mampu menghasilkan produk lokal dan meningkatkan perekonomian warga,” ujarnya.</p>
<p>Saat ini, kelompok masih berada dalam tahap pengembangan budidaya dan pengurusan perizinan usaha. Produk madu belum dipasarkan secara luas. Ke depan, pemasaran direncanakan melalui penjualan langsung maupun platform digital, dengan harapan pendampingan PLN dapat membantu memperluas jangkauan pasar.</p>
<p>Melalui program TJSL tersebut, PLN berharap budidaya madu kelulut dapat berkembang menjadi usaha produktif yang mandiri, meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, serta membuka peluang keterlibatan masyarakat yang lebih luas.</p>
<p style="text-align: left;">Selain mendorong pertumbuhan ekonomi warga, program ini juga diharapkan memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan sebagai sumber pakan lebah sekaligus mendukung upaya pencegahan karhutla di wilayah Kameloh Baru. (*/Fay)</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/cara-pln-jaga-hutan-sekaligus-sejahterakan-warga-sebangau/">Cara PLN Jaga Hutan Sekaligus Sejahterakan Warga Sebangau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/cara-pln-jaga-hutan-sekaligus-sejahterakan-warga-sebangau/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkot Palangka Raya Salurkan Bantuan bagi Petani Terdampak Kekeringan</title>
		<link>https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/pemkot-palangka-raya-salurkan-bantuan-bagi-petani-terdampak-kekeringan/</link>
					<comments>https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/pemkot-palangka-raya-salurkan-bantuan-bagi-petani-terdampak-kekeringan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[David]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2026 02:33:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palangka Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemko Palangka Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kantamedia.com/?p=83930</guid>

					<description><![CDATA[<p>PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Pemerintah Kota Palangka Raya melakukan sejumlah upaya untuk membantu petani yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan. Bantuan pompa air, sarana produksi pertanian, serta beras cadangan pangan pemerintah disiapkan untuk mendukung kegiatan pertanian dan membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Sugiyanto, menjelaskan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/pemkot-palangka-raya-salurkan-bantuan-bagi-petani-terdampak-kekeringan/">Pemkot Palangka Raya Salurkan Bantuan bagi Petani Terdampak Kekeringan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PALANGKA RAYA, kantamedia.com</strong> – Pemerintah Kota Palangka Raya melakukan sejumlah upaya untuk membantu petani yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan. Bantuan pompa air, sarana produksi pertanian, serta beras cadangan pangan pemerintah disiapkan untuk mendukung kegiatan pertanian dan membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Sugiyanto, menjelaskan langkah tersebut pada Selasa (27/10/2026). Menurutnya, kekeringan telah menimbulkan kerusakan tanaman dan kerugian sarana produksi, meskipun nilai kerugian dalam rupiah belum dapat dipastikan.</p>
<p>Berdasarkan pendataan Dinas Pertanian bersama penyuluh pertanian lapangan, kerugian sarana produksi yang telah teridentifikasi meliputi benih padi sebanyak 440 kilogram dan pupuk sekitar 40 sak. Adapun nilai kerugian keseluruhan masih memerlukan pendataan lebih rinci berdasarkan luas lahan, jenis komoditas, tingkat kerusakan, biaya produksi, serta kehilangan hasil panen.</p>
<p>Sugiyanto mengatakan, pemerintah telah mengupayakan pemanfaatan lima unit pompa air bantuan yang didistribusikan kepada kelompok tani pada 2025. Pompa tersebut digunakan untuk mengalirkan air dari sumber yang masih tersedia menuju lahan pertanian terdampak.</p>
<p>Pada 2026, pemerintah juga menyalurkan sarana produksi berupa benih padi dan pupuk serta melakukan pengawasan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat di lima kecamatan. Namun, rincian jumlah penerima dan luasan lahan yang berhasil terbantu melalui masing-masing bantuan belum disebutkan.</p>
<p>Selain dukungan untuk kegiatan pertanian, Pemerintah Kota Palangka Raya menyalurkan beras cadangan pangan pemerintah kota kepada 1.700 kepala keluarga petani dan nelayan yang terdampak karhutla dan kekeringan. Masyarakat terdampak juga dapat mengakses pangan dengan harga lebih terjangkau melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM).</p>
<p>Di tengah upaya tersebut, keterbatasan air masih menjadi kendala utama. Penurunan ketersediaan air tanah, debit sungai, embung, dan sumber air lainnya menyebabkan petani kesulitan memenuhi kebutuhan air tanaman. Kondisi itu turut mendorong penundaan jadwal tanam untuk menghindari risiko gagal panen.</p>
<p>Jika kemarau berlangsung lebih lama, risiko yang dihadapi petani meliputi bertambahnya lahan yang tidak dapat ditanami, mundurnya musim tanam, terganggunya pertumbuhan tanaman, serta menurunnya produktivitas. Karena itu, optimalisasi pompa dan pemanfaatan sumber air yang tersisa menjadi bagian dari langkah penanganan yang dilakukan.</p>
<p>Sugiyanto menyebut penyesuaian kalender tanam, penggunaan varietas yang lebih toleran terhadap kekeringan, serta pengembangan sumber air baru juga dapat dipertimbangkan. Koordinasi dengan BMKG dan kelompok tani diperlukan agar jadwal kegiatan budidaya dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca.</p>
<p>Meski sejumlah bantuan telah dilakukan, pendataan lanjutan tetap diperlukan untuk mengetahui nilai kerugian petani secara lebih menyeluruh dan menentukan kebutuhan penanganan berikutnya. Data tersebut dapat menjadi dasar untuk mengarahkan bantuan sesuai tingkat kerusakan lahan dan kebutuhan masing-masing kelompok tani. <strong>(daw)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/pemkot-palangka-raya-salurkan-bantuan-bagi-petani-terdampak-kekeringan/">Pemkot Palangka Raya Salurkan Bantuan bagi Petani Terdampak Kekeringan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/pemkot-palangka-raya-salurkan-bantuan-bagi-petani-terdampak-kekeringan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kekeringan Berdampak pada 1.219 Petani di Palangka Raya</title>
		<link>https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/kekeringan-berdampak-pada-1-219-petani-di-palangka-raya/</link>
					<comments>https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/kekeringan-berdampak-pada-1-219-petani-di-palangka-raya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[David]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2026 23:31:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palangka Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemko Palangka Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kantamedia.com/?p=83927</guid>

					<description><![CDATA[<p>PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Musim kemarau berkepanjangan berdampak pada sektor pertanian di Kota Palangka Raya. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat mencatat sekitar 1.404,7 hektare lahan hortikultura terdampak kekeringan, sementara sekitar 14 hektare tanaman padi sawah mengalami kerusakan atau kekeringan. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Sugiyanto, menyampaikan kondisi tersebut pada Selasa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/kekeringan-berdampak-pada-1-219-petani-di-palangka-raya/">Kekeringan Berdampak pada 1.219 Petani di Palangka Raya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PALANGKA RAYA, kantamedia.com</strong> – Musim kemarau berkepanjangan berdampak pada sektor pertanian di Kota Palangka Raya. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat mencatat sekitar 1.404,7 hektare lahan hortikultura terdampak kekeringan, sementara sekitar 14 hektare tanaman padi sawah mengalami kerusakan atau kekeringan.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Sugiyanto, menyampaikan kondisi tersebut pada Selasa (27/10/2026). Dampak kekeringan terjadi di lima kecamatan dan memengaruhi aktivitas budidaya tanaman pangan maupun hortikultura.</p>
<p>Dari total lahan hortikultura terdampak, Kecamatan Sebangau mencatat luasan terbesar, yakni 672 hektare, disusul Kecamatan Rakumpit 651,25 hektare. Sementara itu, Kecamatan Bukit Batu tercatat 47 hektare, Pahandut 23,2 hektare, dan Jekan Raya 11,25 hektare.</p>
<p>Pada sektor padi sawah, sekitar 14 hektare dilaporkan mengalami kerusakan atau kekeringan. Dari jumlah tersebut, tanaman padi di Kelurahan Petuk Bukit seluas 5,5 hektare mengalami puso atau gagal panen. Dinas memperkirakan tingkat kegagalan produktivitas pada lahan atau komoditas terdampak berada pada kisaran 60–80 persen.</p>
<p>Sugiyanto menyebut jumlah petani yang terdampak mencapai 1.219 orang. Sebanyak 927 orang berada di Kecamatan Sebangau, 171 orang di Rakumpit, 77 orang di Bukit Batu, 27 orang di Jekan Raya, dan 17 orang di Pahandut.</p>
<p>Keterbatasan air menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi petani. Sumber air untuk kegiatan pertanian selama ini berasal dari irigasi, pompa air, serta tadah hujan. Namun, pada musim kemarau, ketersediaan air tanah mulai menurun, debit sungai berkurang, dan sejumlah embung serta sumber air lainnya juga mengalami penurunan.</p>
<p>“Saat ini petani di Kota Palangka Raya sudah mengalami kesulitan mendapatkan air karena air tanah sudah mulai berkurang atau mengering dan penurunan debit air sungai juga mulai berkurang atau mengering,” kata Sugiyanto.</p>
<p>Kondisi tersebut membuat petani menunda penanaman untuk mengurangi risiko gagal tanam dan gagal panen. Jika kekeringan terus berlanjut, lahan yang tidak dapat ditanami berpotensi bertambah, jadwal tanam mundur, dan pertumbuhan tanaman terganggu.</p>
<p>Komoditas yang rentan terdampak meliputi padi, jagung, sayuran, ubi, timun, buah naga, nanas, hingga kelapa sawit. Kekurangan air dapat menurunkan hasil produksi, bahkan menyebabkan tanaman gagal panen.</p>
<p>Dampak kekeringan juga perlu diperhatikan dalam konteks pemenuhan kebutuhan pangan daerah. Sugiyanto menjelaskan bahwa Kota Palangka Raya bukan daerah produsen beras utama, sehingga kebutuhan beras selama ini masih dipasok dari luar daerah. Sejumlah komoditas hortikultura untuk memenuhi kebutuhan masyarakat juga masih bergantung pada pasokan dari wilayah lain.</p>
<p>Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama penyuluh pertanian lapangan telah melakukan pendataan dampak kekeringan. Pemerintah daerah juga mengupayakan pemanfaatan pompa air dan sumber air yang masih tersedia serta mempertimbangkan penyesuaian jadwal tanam sesuai kondisi di lapangan.</p>
<p>Apabila kondisi kering berlanjut dalam beberapa pekan ke depan, penyesuaian kalender tanam, penggunaan varietas yang lebih toleran terhadap kekeringan, dan pengembangan sumber air alternatif menjadi sejumlah langkah mitigasi yang dapat dipertimbangkan untuk menekan risiko kerugian petani.<strong> (daw)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/kekeringan-berdampak-pada-1-219-petani-di-palangka-raya/">Kekeringan Berdampak pada 1.219 Petani di Palangka Raya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/kekeringan-berdampak-pada-1-219-petani-di-palangka-raya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kabut Asap Paksa Petani Palangka Raya Hentikan Penanaman</title>
		<link>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/kabut-asap-paksa-petani-palangka-raya-hentikan-penanaman/</link>
					<comments>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/kabut-asap-paksa-petani-palangka-raya-hentikan-penanaman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[David]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2026 10:51:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palangka Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kantamedia.com/?p=83938</guid>

					<description><![CDATA[<p>PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta musim kemarau berkepanjangan membuat sejumlah petani di Kota Palangka Raya menghentikan sementara aktivitas penanaman. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat pertumbuhan tanaman, tetapi juga mendorong petani mengalihkan kegiatan ke persiapan musim tanam berikutnya. Ketua Kelompok Tani Makmur Sembada Kota Palangka Raya, Basuki, menjelaskan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/kabut-asap-paksa-petani-palangka-raya-hentikan-penanaman/">Kabut Asap Paksa Petani Palangka Raya Hentikan Penanaman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PALANGKA RAYA, kantamedia.com</strong> – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta musim kemarau berkepanjangan membuat sejumlah petani di Kota Palangka Raya menghentikan sementara aktivitas penanaman. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat pertumbuhan tanaman, tetapi juga mendorong petani mengalihkan kegiatan ke persiapan musim tanam berikutnya.</p>
<p>Ketua Kelompok Tani Makmur Sembada Kota Palangka Raya, Basuki, menjelaskan bahwa langkah tersebut dipilih untuk mengurangi risiko kerugian ketika kondisi lingkungan belum mendukung pertumbuhan tanaman. Menurutnya, tanaman hortikultura seperti cabai, timun, dan tomat mengalami kendala untuk tumbuh dan menghasilkan buah selama kemarau disertai kabut asap.</p>
<p>“Petani berhenti menanam karena asap yang tambah parah, tanaman tidak bisa tumbuh. Daripada rugi, lebih baik diistirahatkan saja,” ujar Basuki saat menjelaskan kondisi yang dihadapi petani, Senin (26/10/2026).</p>
<p>Ia menyebutkan, luas lahan anggota kelompok tani jika digabungkan mencapai sekitar 9,5 hektare. Sumber air dari sumur masih tersedia, tetapi kondisi tersebut tidak sepenuhnya mengatasi kendala budidaya karena pertumbuhan tanaman tetap tidak seoptimal saat musim hujan.</p>
<p>Untuk sementara, banyak petani memilih mempersiapkan lahan dan kebutuhan tanam menjelang datangnya musim hujan. Mereka juga perlu mempertimbangkan jenis tanaman yang lebih memungkinkan dibudidayakan dalam kondisi cuaca saat ini.</p>
<p>Basuki menjelaskan, keterbatasan produksi turut memengaruhi ketersediaan sayuran di pasaran. Tanaman seperti kangkung dan bayam dapat menjadi alternatif bagi petani, meskipun tetap menghadapi dampak kondisi lingkungan. Sementara itu, hasil panen bergantung pada luas lahan dan jenis tanaman yang dibudidayakan.</p>
<p>Sebagai gambaran, satu bungkus benih timun yang berisi sekitar 800 biji dapat menghasilkan panen sekitar 1,5 hingga 2 ton dalam kondisi budidaya yang mendukung. Namun, gangguan pertumbuhan akibat kemarau dan kabut asap berpotensi memengaruhi hasil yang diperoleh petani.</p>
<p>Menurut Basuki, ketahanan pangan keluarga dapat diperkuat melalui pemanfaatan lahan untuk menanam tanaman pangan dan hortikultura bagi kebutuhan sehari-hari. Upaya tersebut juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap pembelian bahan pangan, termasuk beras, ketika harga komoditas mengalami kenaikan.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Sugiyanto, mengatakan lahan pertanian yang masih produktif pada musim kemarau banyak dikelola kelompok tani, khususnya untuk komoditas hortikultura.</p>
<p>“Kondisi kemarau dan kekeringan ditambah dampak karhutla dengan terjadinya kabut asap tentu sangat memengaruhi hasil produksi petani,” ujar Sugiyanto.</p>
<p>Ia menyarankan masyarakat tetap memperkuat ketahanan pangan keluarga, salah satunya dengan menanam tanaman hortikultura yang kerap berkontribusi terhadap inflasi, seperti cabai. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga terus melakukan pendampingan agar petani dapat berkembang dan mandiri sebagai pemasok sayuran lokal untuk Kota Palangka Raya dan wilayah sekitarnya.</p>
<p>Dengan kondisi pertanian yang masih menghadapi tekanan cuaca, pemulihan aktivitas penanaman akan bergantung pada perkembangan musim hujan dan kemampuan petani menyesuaikan pola budidaya. Sementara itu, pemanfaatan lahan pekarangan dan penguatan produksi lokal menjadi salah satu upaya untuk menjaga ketersediaan pangan keluarga. <strong>(daw)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/kabut-asap-paksa-petani-palangka-raya-hentikan-penanaman/">Kabut Asap Paksa Petani Palangka Raya Hentikan Penanaman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/kabut-asap-paksa-petani-palangka-raya-hentikan-penanaman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satgas TMMD Kodim 1016/Plk Terima Bantuan Kesehatan</title>
		<link>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/satgas-tmmd-kodim-1016-plk-terima-bantuan-kesehatan/</link>
					<comments>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/satgas-tmmd-kodim-1016-plk-terima-bantuan-kesehatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yudha]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2026 08:36:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palangka Raya]]></category>
		<category><![CDATA[dukungan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[karhutla Palangka Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Kodim 1016/Plk]]></category>
		<category><![CDATA[Masker dan Vitamin]]></category>
		<category><![CDATA[TMMD ke-130]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kantamedia.com/?p=83965</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palangka Raya, Kantamedia.com &#8211; Anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1016/Palangka Raya menerima dukungan kesehatan berupa vitamin, obat-obatan, dan masker dari komando atas di lokasi pelaksanaan TMMD, Jalan Victoria, Kota Palangka Raya, Senin (26/10/2026). Dukungan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan dan kebugaran prajurit yang setiap hari menjalankan kegiatan pembangunan fisik [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/satgas-tmmd-kodim-1016-plk-terima-bantuan-kesehatan/">Satgas TMMD Kodim 1016/Plk Terima Bantuan Kesehatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Palangka Raya, Kantamedia.com</strong> &#8211; Anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1016/Palangka Raya menerima dukungan kesehatan berupa vitamin, obat-obatan, dan masker dari komando atas di lokasi pelaksanaan TMMD, Jalan Victoria, Kota Palangka Raya, Senin (26/10/2026).</p>
<p>Dukungan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan dan kebugaran prajurit yang setiap hari menjalankan kegiatan pembangunan fisik maupun nonfisik dalam program TMMD.</p>
<p>Kondisi cuaca yang tidak menentu serta paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi tantangan bagi personel selama bertugas. Ketersediaan vitamin, obat-obatan, dan masker diharapkan membantu menjaga kondisi tubuh serta mengurangi risiko gangguan kesehatan.</p>
<p>Dengan dukungan tersebut, anggota Satgas TMMD diharapkan tetap menjaga kebugaran, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kesehatan, dan melaksanakan tugas secara optimal demi menyukseskan seluruh sasaran program TMMD.</p>
<p>Salah seorang anggota Satgas TMMD, Kopda Sugianto, menyampaikan terima kasih kepada komando atas atas perhatian dan dukungan kesehatan yang diberikan.</p>
<p>“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada anggota Satgas TMMD. Bantuan vitamin dan obat-obatan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk menjaga kesehatan dan stamina, sehingga dapat terus melaksanakan tugas dengan maksimal,” ujarnya.</p>
<p>Kesehatan dan stamina prajurit menjadi faktor penting dalam menunjang kelancaran pelaksanaan TMMD. Dengan kondisi fisik yang terjaga, anggota Satgas diharapkan dapat terus menjalankan pengabdian kepada masyarakat dan menyelesaikan program sesuai sasaran. (rls/mhu).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/satgas-tmmd-kodim-1016-plk-terima-bantuan-kesehatan/">Satgas TMMD Kodim 1016/Plk Terima Bantuan Kesehatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/satgas-tmmd-kodim-1016-plk-terima-bantuan-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dampak Karhutla Terasa Hingga Pedagang Ikan</title>
		<link>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/dampak-karhutla-terasa-hingga-pedagang-ikan/</link>
					<comments>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/dampak-karhutla-terasa-hingga-pedagang-ikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferry]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2026 08:27:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palangka Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Terasa Hingga Pedagang Ikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kantamedia.com/?p=83961</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palangka Raya, Kantamedia.com &#8211; Pedagang ikan di Kota Palangka Raya mengeluhkan dampak musim kemarau panjang dan kabut asap yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi aktivitas jual beli ikan di pasar tradisional. Salah seorang pedagang ikan, Wahidah, mengatakan kondisi saat ini berbeda dibandingkan biasanya. Jika sebelumnya pembeli cukup ramai, kini jumlah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/dampak-karhutla-terasa-hingga-pedagang-ikan/">Dampak Karhutla Terasa Hingga Pedagang Ikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Palangka Raya, Kantamedia.com &#8211;</strong> Pedagang ikan di Kota Palangka Raya mengeluhkan dampak musim kemarau panjang dan kabut asap yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi aktivitas jual beli ikan di pasar tradisional.</p>
<p>Salah seorang pedagang ikan, Wahidah, mengatakan kondisi saat ini berbeda dibandingkan biasanya. Jika sebelumnya pembeli cukup ramai, kini jumlah pembeli cenderung berkurang seiring kemarau panjang dan kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah.</p>
<p>Menurutnya, kemarau panjang juga berdampak terhadap ketersediaan ikan. Pasokan ikan yang biasanya mudah diperoleh kini menjadi lebih sedikit karena sebagian ikan didapat dari sungai di sekitar Palangka Raya.</p>
<p>&#8220;Kondisi ini membuat pedagang harus menghadapi dua persoalan sekaligus, yakni berkurangnya pasokan ikan dan menurunnya jumlah pembeli. Kondisi ini membuat aktivitas perdagangan menjadi lebih sepi dibandingkan sebelumnya,&#8221; ujarnya, Minggu (25/10/2026).</p>
<p>Pedagang juga mengaku belum mendapatkan bantuan khusus dari pemerintah untuk mendukung keberlangsungan usaha selama kondisi sulit akibat kemarau dan kabut asap. Bantuan sembako memang ada yang diterima sebagian masyarakat, namun tidak seluruh pedagang mendapat bantuan tersebut.</p>
<p>Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, sebelumnya telah mengarahkan pelaku UMKM agar memanfaatkan berbagai program permodalan yang disediakan pemerintah.</p>
<p>Salah satunya melalui program Kredit KEREN yang memberikan akses pembiayaan dengan bunga nol persen dan tanpa agunan.</p>
<p>Fairid berharap program tersebut dapat dimanfaatkan para pelaku UMKM, termasuk pedagang, untuk menjaga keberlangsungan dan mengembangkan usaha di tengah berbagai tantangan ekonomi.</p>
<p>&#8220;Dengan dukungan permodalan, pedagang diharapkan tetap mampu menjalankan usaha dan mempertahankan pendapatan meski kemarau panjang dan kabut asap masih berlangsung,&#8221; pungkasnya. (*/Fay)</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/dampak-karhutla-terasa-hingga-pedagang-ikan/">Dampak Karhutla Terasa Hingga Pedagang Ikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/dampak-karhutla-terasa-hingga-pedagang-ikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>LPPM UPR Ajari Ibu Rumah Tangga di Palangka Raya</title>
		<link>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/lppm-upr-ajari-ibu-rumah-tangga-di-palangka-raya/</link>
					<comments>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/lppm-upr-ajari-ibu-rumah-tangga-di-palangka-raya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferry]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2026 07:17:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palangka Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Ajari Ibu Rumah Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[di Palangka Raya]]></category>
		<category><![CDATA[LPPM UPR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kantamedia.com/?p=83948</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palangka Raya, Kantamedia.com- Sampah dapur yang kerap berakhir di tempat pembuangan ternyata bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik bernilai guna. Dengan metode Takakura, ibu rumah tangga di Kelurahan Langkai, Kota Palangka Raya, mendapat pelatihan mengolah sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan menjadi kompos untuk tanaman. Kegiatan tersebut digagas Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/lppm-upr-ajari-ibu-rumah-tangga-di-palangka-raya/">LPPM UPR Ajari Ibu Rumah Tangga di Palangka Raya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Palangka Raya, Kantamedia.com-</strong> Sampah dapur yang kerap berakhir di tempat pembuangan ternyata bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik bernilai guna. Dengan metode Takakura, ibu rumah tangga di Kelurahan Langkai, Kota Palangka Raya, mendapat pelatihan mengolah sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan menjadi kompos untuk tanaman.</p>
<p>Kegiatan tersebut digagas Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya (UPR) melalui program pengabdian bertajuk Penguatan Kesadaran Lingkungan Melalui Edukasi dan Pendampingan Pembuatan Pupuk Organik Metode Takakura bagi Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Langkai, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Ir. Titin Apung Atikah, menyebut pengelolaan sampah seharusnya dimulai dari skala terkecil, yakni keluarga. Menurutnya, kebiasaan memilah dan mengolah sampah rumah tangga menjadi langkah konkret untuk mengurangi volume sampah sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan.</p>
<p>“Melalui pelatihan dan pendampingan, ibu rumah tangga diharapkan memiliki keterampilan untuk mengolah sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan yang sebelumnya hanya sampah menjadi pupuk organik dengan metode Takakura,” ujar Titin, Minggu (25/10/2026).</p>
<p>Metode Takakura dikenalkan sebagai solusi pengomposan rumahan yang praktis, mudah diterapkan, dan tidak membutuhkan peralatan rumit. Sampah organik yang telah dipilah dapat diolah kembali, sehingga jumlah sampah yang dibuang ke TPA berkurang dan hasilnya bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di pekarangan rumah.</p>
<p>Manfaat kegiatan ini langsung dirasakan peserta. Salah satu ibu rumah tangga mengaku mendapatkan wawasan baru dari pelatihan tersebut.</p>
<p>“Kegiatan pelatihan ini sangat positif, banyak hal-hal baru yang didapat. Salah satunya, ternyata kami bisa membuat pupuk organik dari limbah rumah tangga kami sendiri,” ungkapnya.</p>
<p>Kegiatan pengabdian yang diketuai Titin ini turut melibatkan Dr. Abdul Syahid, S.P, M.P, Sri Mujiarti Ulfah, S.Sos, M.AP, dan Meilianna Devita Christina,S.AN, M.AP.</p>
<p>LPPM UPR berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada pelatihan saja, melainkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dan menjadi kebiasaan sehari-hari untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan lestari. (*/Fay)</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/lppm-upr-ajari-ibu-rumah-tangga-di-palangka-raya/">LPPM UPR Ajari Ibu Rumah Tangga di Palangka Raya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/lppm-upr-ajari-ibu-rumah-tangga-di-palangka-raya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stok Beras Palangka Raya Cukup 80 Hari, Harga Masih di Atas HET</title>
		<link>https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/stok-beras-palangka-raya-cukup-80-hari-harga-masih-di-atas-het/</link>
					<comments>https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/stok-beras-palangka-raya-cukup-80-hari-harga-masih-di-atas-het/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[David]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2026 05:28:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palangka Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemko Palangka Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kantamedia.com/?p=83922</guid>

					<description><![CDATA[<p>PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Ketersediaan beras di Kota Palangka Raya masih terjaga, dengan perkiraan ketahanan stok sekitar 80 hari. Namun, harga beras di pasaran masih menghadapi tekanan karena sebagian besar produk dijual di atas harga eceran tertinggi (HET), seiring kondisi biaya produksi dan distribusi yang memengaruhi harga jual. Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/stok-beras-palangka-raya-cukup-80-hari-harga-masih-di-atas-het/">Stok Beras Palangka Raya Cukup 80 Hari, Harga Masih di Atas HET</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PALANGKA RAYA, kantamedia.com</strong> – Ketersediaan beras di Kota Palangka Raya masih terjaga, dengan perkiraan ketahanan stok sekitar 80 hari. Namun, harga beras di pasaran masih menghadapi tekanan karena sebagian besar produk dijual di atas harga eceran tertinggi (HET), seiring kondisi biaya produksi dan distribusi yang memengaruhi harga jual.</p>
<p>Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Yusianto, mengatakan kondisi pasokan hingga Senin (26/10/2026) masih mencukupi. Berdasarkan pemantauan terhadap sejumlah distributor, stok beras tersedia dan pengiriman dari daerah pemasok masih berlangsung.</p>
<p>“Untuk kondisi saat ini, kami masih optimistis stok beras dapat mencukupi kebutuhan sekitar tiga bulan ke depan,” kata Yusianto.</p>
<p>Ia menjelaskan, persoalan yang dihadapi saat ini bukan semata-mata ketersediaan barang, melainkan kemampuan beras dijual sesuai ketentuan harga pemerintah. Di satu sisi, pemerintah berupaya menjaga harga melalui penyaluran beras Bulog. Di sisi lain, harga di pasar turut dipengaruhi biaya produksi dan distribusi.</p>
<p>Salah satu beras yang dijual sesuai HET adalah merek Punokawan yang dipasarkan melalui Bulog dan sejumlah ritel modern. Yusianto menyebut kemasan 10 kilogram dijual sekitar Rp154.000. Namun, stok beras dengan harga sesuai ketentuan tersebut tidak selalu tersedia setiap hari di seluruh tempat penjualan.</p>
<p>Sementara itu, harga beras di pasar secara umum masih berada di atas HET. Beras Siam Pamanukan yang diupayakan sebagai alternatif untuk menahan kenaikan harga beras lokal juga menghadapi tekanan harga. Menurut Yusianto, harga beras tersebut di daerah asal sudah di atas Rp15.000 per kilogram, sedangkan harga di pasar Palangka Raya berada di kisaran Rp18.000–Rp19.000 per kilogram.</p>
<p>Pemerintah daerah telah melakukan pembahasan awal bersama Bulog dan Bank Indonesia untuk menjajaki pengadaan beras Siam Pamanukan. Upaya ini diharapkan menjadi salah satu alternatif pengendalian harga, meskipun masih memerlukan koordinasi lebih lanjut.</p>
<p>Yusianto juga mengatakan distribusi beras saat ini masih berjalan dan belum terdapat informasi mengenai gagal panen yang menyebabkan gangguan pasokan secara menyeluruh. Selain itu, bantuan pangan beras untuk periode November–Desember direncanakan kembali disalurkan, termasuk bagi masyarakat di Palangka Raya.</p>
<p>Meski kondisi pasokan masih terkendali, ia menyebut perkembangan dalam tiga bulan ke depan tetap perlu dipantau, terutama kondisi stok di daerah pemasok dan hasil panen berikutnya. Pemantauan diperlukan untuk mengantisipasi perubahan pasokan sekaligus memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat. <strong>(daw)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/stok-beras-palangka-raya-cukup-80-hari-harga-masih-di-atas-het/">Stok Beras Palangka Raya Cukup 80 Hari, Harga Masih di Atas HET</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/stok-beras-palangka-raya-cukup-80-hari-harga-masih-di-atas-het/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Cabai di Palangka Raya Masih Rp85 Ribu–Rp100 Ribu per Kilogram</title>
		<link>https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/harga-cabai-di-palangka-raya-masih-rp85-ribu-rp100-ribu-per-kilogram/</link>
					<comments>https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/harga-cabai-di-palangka-raya-masih-rp85-ribu-rp100-ribu-per-kilogram/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[David]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2026 03:28:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palangka Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemko Palangka Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kantamedia.com/?p=83925</guid>

					<description><![CDATA[<p>PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Harga cabai di Kota Palangka Raya diperkirakan masih bertahan tinggi dalam beberapa waktu ke depan, yakni sekitar Rp85.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Kondisi tersebut dipengaruhi terbatasnya produksi di sejumlah daerah pemasok, termasuk wilayah Hulu Sungai, Kalimantan Selatan, akibat musim kemarau. Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/harga-cabai-di-palangka-raya-masih-rp85-ribu-rp100-ribu-per-kilogram/">Harga Cabai di Palangka Raya Masih Rp85 Ribu–Rp100 Ribu per Kilogram</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PALANGKA RAYA, kantamedia.com</strong> – Harga cabai di Kota Palangka Raya diperkirakan masih bertahan tinggi dalam beberapa waktu ke depan, yakni sekitar Rp85.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Kondisi tersebut dipengaruhi terbatasnya produksi di sejumlah daerah pemasok, termasuk wilayah Hulu Sungai, Kalimantan Selatan, akibat musim kemarau.</p>
<p>Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Yusianto, mengatakan pasokan cabai ke pasar setempat masih tersedia. Namun, harga belum berpeluang turun dalam waktu dekat ke kisaran Rp50.000–Rp60.000 per kilogram seperti yang diharapkan.</p>
<p>“Untuk kondisi sekarang, harga Rp85.000–Rp90.000 per kilogram dapat dianggap sebagai kisaran normal yang baru,” ujar Yusianto, Senin (26/10/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, pasokan cabai yang beredar di Palangka Raya saat ini banyak berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Cabai yang dikirim melalui jalur laut dapat dijual sekitar Rp85.000 per kilogram, sedangkan pasokan yang datang melalui jalur udara dapat mencapai Rp100.000 per kilogram.</p>
<p>Distribusi cabai sempat terganggu akibat persoalan kapal, tetapi pengiriman kini disebut mulai kembali lancar. Meski demikian, kelancaran transportasi tidak serta-merta membuat harga turun karena harga di daerah asal, volume pasokan, ongkos angkut, dan margin perdagangan turut menentukan harga jual di tingkat konsumen.</p>
<p>Di sisi lain, produksi cabai dari wilayah Hulu Sungai, Kalimantan Selatan, dilaporkan sedang rendah. Kondisi tersebut membuat pasokan dari daerah yang selama ini menjadi sumber cabai bagi Palangka Raya belum mencukupi. Bahkan, Yusianto menyebut harga cabai dari daerah tersebut dalam kondisi tertentu dapat lebih tinggi dibandingkan cabai yang didatangkan dari Jawa.</p>
<p>Untuk memperkuat pasokan, pemerintah daerah berupaya membuka jaringan perdagangan dengan Banyuwangi. Yusianto mengatakan pihaknya telah menghubungi pihak di daerah tersebut setelah menerima keluhan distributor Palangka Raya yang belum memiliki banyak jaringan pedagang di sana.</p>
<p>Menurutnya, pemerintah dapat berperan sebagai penghubung antardaerah agar pelaku usaha lebih mudah membangun kerja sama perdagangan langsung atau <em>business-to-business</em> (B2B). Pemerintah tidak mengambil alih aktivitas perdagangan, tetapi membantu membuka akses komunikasi dan mengurangi ketidakpastian dalam transaksi pasokan.</p>
<p>“Menurut saya, pemerintah perlu menjadi jembatan agar hubungan antarpelaku usaha dapat berjalan lebih baik,” katanya.</p>
<p>Yusianto menilai kerja sama antardaerah perlu mempertimbangkan karakteristik produksi masing-masing wilayah. Ketika satu daerah mengalami kekurangan pasokan akibat cuaca atau penurunan hasil panen, daerah lain yang memiliki produksi memadai dapat menjadi alternatif pemasok.</p>
<p>Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih di Palangka Raya relatif stabil pada kisaran Rp38.000 per kilogram dan disebut tidak mengalami kenaikan selama sekitar lima bulan. Kondisi berbeda terjadi pada cabai yang masih menjadi komoditas berharga tinggi, sehingga pemantauan pasokan dan penguatan jaringan distribusi dinilai tetap diperlukan. <strong>(daw)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/harga-cabai-di-palangka-raya-masih-rp85-ribu-rp100-ribu-per-kilogram/">Harga Cabai di Palangka Raya Masih Rp85 Ribu–Rp100 Ribu per Kilogram</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kantamedia.com/eksekutif/pemko-palangka-raya/harga-cabai-di-palangka-raya-masih-rp85-ribu-rp100-ribu-per-kilogram/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satgas Karhutla Kodim 1016/Plk Cegah Api Kembali Menyala</title>
		<link>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/satgas-karhutla-kodim-1016-plk-cegah-api-kembali-menyala/</link>
					<comments>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/satgas-karhutla-kodim-1016-plk-cegah-api-kembali-menyala/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yudha]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2026 02:44:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palangka Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kodim 1016/Plk]]></category>
		<category><![CDATA[pendinginan karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Satgas Karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kantamedia.com/?p=83910</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palangka Raya, Kantamedia.com &#8211; Meski kebakaran lahan telah padam, namun untuk memastikan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kodim 1016/Palangka Raya melakukan pembasahan dan pendinginan di lokasi bekas kebakaran di Jalan G. Obos XIX, Kota Palangka Raya, Minggu (25/10/2026). Kegiatan tersebut dilakukan guna memastikan bara api yang masih tersisa di dalam tanah maupun material gambut [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/satgas-karhutla-kodim-1016-plk-cegah-api-kembali-menyala/">Satgas Karhutla Kodim 1016/Plk Cegah Api Kembali Menyala</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Palangka Raya, Kantamedia.com</strong> &#8211; Meski kebakaran lahan telah padam, namun untuk memastikan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kodim 1016/Palangka Raya melakukan pembasahan dan pendinginan di lokasi bekas kebakaran di Jalan G. Obos XIX, Kota Palangka Raya, Minggu (25/10/2026).</p>
<p>Kegiatan tersebut dilakukan guna memastikan bara api yang masih tersisa di dalam tanah maupun material gambut benar-benar padam. Langkah ini penting untuk mengantisipasi kebakaran susulan yang dapat meluas ke area sekitarnya.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, personel Satgas Karhutla melakukan penyiraman secara menyeluruh pada area terdampak kebakaran, terutama di titik-titik yang masih berpotensi mengeluarkan asap.</p>
<p>Pembasahan dan pendinginan menjadi bagian dari upaya penanganan karhutla untuk menekan risiko api kembali menyala. Personel juga terus berupaya menjalankan tugas secara maksimal meskipun menghadapi kondisi medan yang cukup sulit.</p>
<p>Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah dan instansi terkait menangani kebakaran hutan dan lahan.</p>
<p>Melalui pembasahan dan pendinginan secara berkelanjutan, potensi munculnya kembali titik api diharapkan dapat diminimalkan. Dengan demikian, kondisi lingkungan dapat kembali aman dan masyarakat terlindungi dari dampak kebakaran hutan dan lahan. (*Rls/Mhu).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/satgas-karhutla-kodim-1016-plk-cegah-api-kembali-menyala/">Satgas Karhutla Kodim 1016/Plk Cegah Api Kembali Menyala</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kantamedia.com">Kantamedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kantamedia.com/kalimantan-tengah/palangka-raya/satgas-karhutla-kodim-1016-plk-cegah-api-kembali-menyala/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
