Mulai Oktober, Warga Usia 17+ Dapat Rekening BRI Berisi Rp50 Ribu

Kantamedia.com — Langkah besar diambil pemerintah demi merapikan rantai distribusi bantuan sosial di Tanah Air. Mulai Oktober 2026, setiap warga negara Indonesia yang telah menginjak usia 17 tahun bakal dibuatkan akun perbankan baru secara serentak untuk menampung seluruh program intervensi finansial negara.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengonfirmasi bahwa kepemilikan rekening BRI baru ini mencakup injeksi dana awal sebesar Rp50.000 per orang yang bersumber dari anggaran negara. Kebijakan ini dirancang guna memusatkan seluruh jalur transfer dana jaminan sosial, seperti beasiswa, Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan, hingga bantuan tunai langsung dalam satu pintu perbankan.

“Mulai Oktober seluruh rakyat Indonesia usia 17 tahun ke atas akan dibukakan rekening BRI baru. Dimodali Rp 50.000. Semua bantuan nanti ke situ, beasiswa, bantuan pangan, bantuan tunai, PKH, segala macam,” tutur Zulkifli Hasan di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Pria yang akrab disapa Zulhas ini menambahkan, pemusatan sistem ke lembaga perbankan plat merah tersebut ditujukan agar distribusi hak finansial masyarakat menjadi jauh lebih presisi, efisien, serta mudah dilacak. Sementara itu, untuk jenis dukungan yang berwujud wujud komoditas atau alat kerja, pemerintah menyiapkan sarana penyaluran berbeda.

“Kalau barang di Kopdes. Beras, jagung, alsintan, pupuk nanti di koperasi desa. Mudah-mudahan Oktober sudah berjalan,” jelasnya.

Alokasi APBN Rp11 Triliun dan Integrasi Data Dukcapil

Proyek integrasi bantuan berbasis nomor induk kependudukan ini memakan biaya yang tidak sedikit. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah memplot dana APBN hingga Rp11 triliun guna membiayai pembuatan rekening massal tersebut.

Dengan menyasar sekitar 200 juta jiwa, pemerintah memanfaatkan sinkronisasi raksasa antara data kependudukan milik Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri dengan ekosistem transaksi milik Bank Indonesia. Langkah ini dinilai vital untuk mencegah timbulnya rekening ganda serta memastikan dana tepat sasaran.

“Targetnya 200 juta rekening,” ujar Airlangga.

Lewat kombinasi pembukaan akun bank massal serta pemanfaatan jaringan koperasi di tingkat desa, pemerintah optimistis penyaluran bantuan barang maupun uang tunai di masa mendatang dapat berlangsung transparan dan menyasar publik yang benar-benar membutuhkan. (*/pri)

TAGGED:
Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *