Kantamedia.com — Jabatan pimpinan Badan Gizi Nasional kembali mengalami perombakan setelah Nanik S Deyang memutuskan mundur dari posisi Kepala BGN, Rabu (22/7/2026). Langkah pengunduran diri tersebut diambil lantaran ia harus menjalani perawatan medis khusus untuk penyakit jantung di luar negeri.
Keputusan mendadak ini mengemuka hanya sekitar satu setengah bulan sejak Nanik dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 Juni 2026. Kala itu, Nanik ditunjuk untuk menggantikan Dadan Hindayana yang diberhentikan pada 2 Juni 2026. Penunjukan Nanik sebelumnya tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026, yang juga mengamanahkan Agustina Arumsari serta Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, membenarkan kabar pamitnya sang pejabat Istana.
“Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ungkap Dirgayuza, Rabu (22/7/2026).
Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Nanik S Deyang menyampaikan bahwa keputusannya untuk terbang ke luar negeri semata-mata demi mencari pertimbangan medis kedua (second opinion) atas rekomendasi kerabat dekatnya, bukan bentuk ketidakpercayaan terhadap kualitas dokter dalam negeri.
“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7) saya berangkat,” tulis Nanik dalam unggahannya.
Digantikan Wamentan Sudaryono
Merespons kekosongan kepemimpinan tersebut, Presiden Prabowo bergerak cepat dengan menunjuk Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, guna mengisi posisi yang ditinggalkan Nanik. Menterinya Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa langkah ini diambil agar operasional kelembagaan tetap berjalan optimal tanpa jeda.
Prosesi pelantikan Sudaryono dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama. Penunjukan pejabat dari lingkungan Kementerian Pertanian dinilai relevan dengan program prioritas lembaga tersebut.
“Badan Gizi Nasional yang kegiatannya memberikan Makan Bergizi Gratis itu tidak pernah lepas dari tugas beliau di Kementerian Pertanian karena bagaimanapun juga, sumber-sumber bahan baku, sumber-sumber bahan pangan Makan Bergizi Gratis itu di-support dan ditopang dalam ekosistem oleh Kementerian Pertanian,” jelas Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Prasetyo menambahkan bahwa Sudaryono tidak akan memegang dua jabatan sekaligus. Posisi Wamentan akan dilepas secara resmi setelah ia resmi mengemban tugas baru sebagai Kepala BGN. Namun, mengenai sosok pengganti Sudaryono di Kementerian Pertanian, pihak Istana menyatakan akan mengumumkannya di kemudian hari jika memang diperlukan penguatan struktur. (*/pri)


